Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Aceh Waspadai Ancaman TBC dan Campak di Pengungsian Pascabencana

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 25 Desember 2025 - 11:56 WIB

Kamis, 25 Desember 2025 - 11:56 WIB

7 Views

Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) membantu warga terdampak banjir di Aceh, Senin (22/12/25). (Foto: UAR)

Aceh, MINA – Pemerintah Aceh meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan penyakit menular di lokasi pengungsian pascabencana banjir bandang dan longsor, dengan Tuberkulosis (TBC) dan campak sebagai fokus utama. Kondisi ini dipicu oleh padatnya hunian darurat serta keterbatasan sanitasi dan air bersih di sejumlah titik pengungsian.

Asisten I Sekda Aceh, M. Syakir, yang juga Koordinator Klaster Kesehatan, menyebutkan sebanyak 9.204 penderita TBC tercatat berada di wilayah terdampak bencana.

“Pengungsian menjadi titik rawan. Langkah pencegahan dan pengendalian harus dilakukan lebih ketat,” ujarnya dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana, yang dikutip, Kamis (25/12).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus menambahkan, TBC dan campak mengancam kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, dan lansia. Ia mengakui sulitnya memisahkan pasien TBC di pengungsian, terutama untuk anak-anak. Ferdiyus juga mengingatkan bahwa keterbatasan air bersih mulai memicu penyakit kulit di beberapa lokasi.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Layanan kesehatan telah diperkuat melalui Health Emergency Operational Center (HEOC), yang hingga kini telah menjangkau 6.073 orang dengan total 71.764 kunjungan medis. Penyakit yang paling banyak ditangani adalah ISPA, penyakit kulit, diare, hipertensi, dan demam.

“Saat ini ada 126 relawan kesehatan di lapangan, dan sekitar 600 relawan tambahan dari Kementerian Kesehatan direncanakan tiba awal Januari 2026,” jelas Ferdiyus, meskipun kendala akses ke daerah terpencil masih menjadi tantangan.

Untuk mendukung pencegahan, pemerintah telah menyalurkan logistik kesehatan seperti obat-obatan, makanan tambahan, vitamin A, dan paket sanitasi. Distribusi air bersih juga ditingkatkan, dengan lebih dari 2,5 juta liter air telah disalurkan menggunakan truk tangki, serta disiapkannya toilet portabel dan sumur bor di titik-titik rawan.

Data menunjukkan kelompok rentan yang terdampak sangat besar, mencakup ratusan ribu lansia, balita, serta ibu hamil dan menyusui.[]

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda