Tepi Barat, MINA – Pemukim ilegal Israel yang merampas tanah Palestina membual dalam sebuah grup WhatsApp, tentang peningkatan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Menurut laporan The Times of Israel yang dikutip Ahad (22/3), pemukim ilegal tersebut membagikan daftar serangan yang dilakukan terhadap warga Palestina selama bulan Ibrani “Adar,” yang berakhir pada Rabu.
Dalam grup WhatsApp bernama “News from Us,” para pemukim mengatakan mereka telah menyerang kota Mikhmas, timur laut Yerusalem Timur yang diduduki, sebanyak lima kali dalam sebulan, serta melakukan tiga serangan di Masafer Yatta di Tepi Barat selatan dan melakukan serbuan di 26 desa Palestina.
Kelompok itu juga membanggakan telah melukai 37 warga Palestina, membakar dua masjid, serta membakar 16 rumah dan 19 kendaraan.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Serangan oleh pemukim ilegal Israel yang merampas tanah Palestina di Tepi Barat yang diduduki terus meningkat. Menurut data PBB, serangan semacam itu telah mencapai tingkat tertinggi dalam 20 tahun terakhir sejak pencatatan dimulai.
Sejak Israel melancarkan serangannya di Jalur Gaza pada Oktober 2023, terjadi pula peningkatan penangkapan, penyerbuan dan serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.
Tentara Israel dikritik karena menutup mata terhadap serangan pemukim ekstremis, kadang-kadang bertindak bersama mereka dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia dengan menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga Palestina di wilayah tersebut, yang telah memperburuk ketegangan dan memicu kekerasan lebih lanjut di Tepi Barat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic