Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Sementara Antisipasi Karthutla

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 1 September 2026 - 20:18 WIB

Selasa, 1 September 2026 - 20:18 WIB

38 Views ㅤ

Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Sementara Antisipasi Karthutla
Gunung Tambora di NTB (foto: Wiki)

Dompu, MINA – Pendakian Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) ditutup sementara mulai 1 September 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional (TN) Tambora pada puncak musim kemarau.

Kepala Balai TN Tambora Abdul Azis Bakry mengatakan penutupan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/8/2026 tertanggal 31 Agustus 2026.

Penutupan berlaku hingga kondisi kawasan dinyatakan aman dari ancaman kebakaran.

Menurut Abdul Azis, petugas masih menemukan sejumlah titik api di beberapa lokasi kawasan TN Tambora. Titik-titik tersebut terpantau melalui Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi) dan hasil pengamatan langsung di lapangan.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah untuk menghentikan sementara aktivitas pendakian.

Pembatasan pendakian juga dimaksudkan untuk mengurangi aktivitas manusia yang berpotensi memicu kebakaran sekaligus memudahkan petugas melakukan pengawasan dan penanganan apabila muncul titik api.

Meski demikian, kegiatan patroli, mitigasi bencana, dan penelitian di kawasan TN Tambora tetap diperbolehkan.

Kementerian Kehutanan sebelumnya menetapkan penutupan sementara pendakian di sembilan taman nasional yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Selain TN Tambora, kawasan yang ditutup mencakup TN Bromo Tengger Semeru, Kerinci Seblat, Gunung Ciremai, Manusela, Bukit Baka Bukit Raya, Gunung Gede Pangrango, Gunung Leuser, serta jalur tertentu di TN Lorentz. Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 September 2026 dengan pendekatan berbasis risiko.

Balai TN Tambora menegaskan penutupan hanya berlaku untuk aktivitas pendakian. Sejumlah objek wisata nonpendakian, seperti Air Terjun Oi Marai, masih dapat dikunjungi dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi kawasan.

Kebijakan ini diharapkan dapat melindungi keselamatan wisatawan sekaligus menjaga ekosistem Tambora dari ancaman kebakaran selama musim kemarau. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Internasional