Al-Quds, MINA – Pendudukan Zionis Israel membatasi warga muslim Palestina untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadhan.
Khatib Masjid Al-Aqsa Sheikh Ikrima Sabri menyatakan penyesalannya atas keputusan tersebut, yang dimulai pekan depan. Dikutip dari Al-Sharq, Sabtu(14/2).
Sheikh Sabri memperingatkan, pemerintah ekstremis sedang menjalankan rencana agresif terhadap Masjid Al-Aqsa.
Sheikh Sabri, yang juga Ketua Dewan Islam Tertinggi di Al-Quds, mengatakan, apapun yang terjadi warga muslim Palestina tetap menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita dan antusias.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Dia menambahkan, otoritas pendudukan memutuskan akan mengeluarkan para pemuda dari Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadhan, dan mengumumkan tidak ada fasilitas yang akan diberikan kepada jamaah yang datang dari Tepi Barat.
“Ini bertentangan dengan kebebasan beribadah dan merupakan penghalang bagi umat Islam dalam mematuhi kewajiban berpuasa Ramadhan,” katanya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
















Mina Indonesia
Mina Arabic