Beirut, MINA – Putaran terbaru sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran ditanggapi dengan skeptisisme oleh mantan analis CIA Larry Johnson.
Ia menilai langkah-langkah tersebut kehilangan taringnya dan gagal memperhitungkan pergeseran kemitraan ekonomi Iran yang kini menjauhi sistem berbasis dolar.
Dalam program The Great Standoff: Iran and the World di saluran Al Mayadeen pada Selasa (25 Agustus), Larry Johnson—mantan analis CIA—menyebut pengumuman AS yang sangat dinanti-nantikan itu ibarat “seekor tikus yang mengaum,” atau sekadar ancaman yang sangat lemah.
Ia mengatakan, sanksi tersebut “didasarkan pada asumsi-asumsi usang,” termasuk anggapan bahwa Iran masih “terikat pada sistem petrodolar” dan “sistem perbankan AS.”
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Johnson menyebut proses menjelang pengumuman itu diwarnai oleh gembar-gembor yang berlebihan. Ia menggambarkan ekspektasi publik seperti “orang-orang yang mengantre untuk menyaksikan letusan gunung berapi, dengan harapan melihat kembali peristiwa meletusnya Krakatau lebih dari 100 tahun yang lalu.” []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic