Nablus, MINA – Penjajah Zionis Israel terus mengepung sebuah rumah warga Palestina di Desa Qusra, Tepi Barat yang dijajah, menyebabkan sedikitnya empat orang terjebak di dalam rumah.
Sementara itu, para penjajah membakar lahan di sekitar wilayah tersebut. Middle East Eye melaporkan, Sabtu (29/8).
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan puluhan penjajah Zionis berjalan menuju pinggiran Desa Qusra dan memindahkan batu-batu yang berada di jalan sekitar lokasi.
Koordinasi darurat juga dilakukan untuk memungkinkan ambulans mencapai wilayah tersebut guna mengevakuasi sedikitnya satu warga yang terluka.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Militer Zionis Israel dan pasukan polisi perbatasan mengatakan mereka merespons bentrokan yang melibatkan sejumlah “perusuh Israel” di Qusra.
Dalam pernyataan bersama, kedua pihak mengatakan puluhan penjajah Zionis memasuki sebuah rumah warga Palestina dan kemudian menghalangi akses keluar-masuk rumah tersebut.
Otoritas Palestina mengatakan sejumlah warga Palestina, termasuk seorang perempuan, terluka dalam penyerbuan rumah tersebut.
Para penjajah juga dilaporkan melempari warga Palestina dengan batu.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Militer Zionis Israel mengatakan mereka telah mengeluarkan para penjajah dari rumah tersebut, menyita kendaraan mereka, dan berencana tetap berada di sekitar lokasi untuk mencegah bentrokan lebih lanjut.
Namun, Wali Kota Qusra Abdul Azim Wadi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Zionis Israel justru berupaya menangkap warga Palestina yang masih terjebak di dalam rumah yang dikepung.
Insiden tersebut merupakan aksi kekerasan terbaru yang dilakukan penjajah Zionis terhadap warga Qusra dalam sebulan terakhir.
Sebelumnya pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Palestina menyerukan masyarakat internasional segera turun tangan untuk melindungi warga Desa Al-Mughayyir, sebelah timur laut Ramallah.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
Dalam pernyataannya, kementerian mengecam serangkaian serangan penjajah Zionis dan menyoroti blokade militer serta ekonomi yang disebut telah diberlakukan terhadap desa tersebut selama hampir tiga pekan.
Blokade itu mencakup penargetan warga sipil secara sembarangan.
Otoritas Palestina menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mengusir warga Palestina dari wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut kebijakan tersebut sebagai tindakan pembunuhan, teror, dan pengusiran paksa.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Kementerian juga memperingatkan bahwa pemberian perlindungan politik dan hukum kepada para penjajah Zionis dapat memicu eskalasi yang semakin sulit dikendalikan.
Masyarakat internasional didesak segera mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga Palestina di Tepi Barat yang dijajah.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic