Washington, MINA – Pentagon kembali diguncang pengunduran diri pejabat senior setelah Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Dan Driscoll mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Donald Trump. Langkah itu terjadi di tengah ketegangan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Driscoll telah menjabat sebagai Menteri Angkatan Darat sejak Februari 2025. Ia dikenal mendorong modernisasi Angkatan Darat, termasuk pengadaan senjata yang lebih murah dan pengembangan teknologi drone. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (2/9)
Pengunduran diri tersebut disebut berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai transformasi dan kesiapan Angkatan Darat. Driscoll juga dilaporkan keberatan terhadap keputusan Hegseth yang mencopot sejumlah jenderal senior.
Kepergian Driscoll menambah daftar pejabat senior Pentagon yang meninggalkan jabatannya sejak Hegseth memimpin Departemen Pertahanan. Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George dicopot pada April, disusul Jenderal Christopher Donahue yang meninggalkan jabatannya pada Juni.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George diberhentikan pada April, sedangkan Jenderal Christopher Donahue yang memimpin pasukan AS di Eropa dan Afrika meninggalkan jabatannya pada Juni. Sejumlah pejabat senior Angkatan Laut dan Angkatan Udara juga telah mengalami pergantian.
Hubungan Driscoll dengan Hegseth disebut semakin tegang setelah pencopotan George. Driscoll dikenal mendorong modernisasi Angkatan Darat, termasuk pengadaan senjata yang lebih murah dan cepat serta pemanfaatan teknologi drone.
Ia juga pernah mengkritik dominasi perusahaan pertahanan besar dalam pengadaan militer AS.
Di luar urusan militer, Driscoll juga mendapat peran dalam diplomasi terkait perang Rusia-Ukraina. Ia pernah dilibatkan pemerintahan Trump dalam pembicaraan dengan Moskow dan Kyiv untuk mendorong penyelesaian konflik.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Gedung Putih sendiri memuji kinerjanya, menyebut Driscoll telah membantu menjalankan agenda Trump, meningkatkan kesiapan dan kemampuan tempur Angkatan Darat, serta berkontribusi dalam perundingan Rusia-Ukraina.
Pengunduran diri Driscoll terjadi ketika AS masih menghadapi keterlibatan militer di Timur Tengah dan tekanan untuk menata kembali strategi pertahanannya.
Dengan semakin banyaknya pejabat senior yang meninggalkan Pentagon, perubahan kepemimpinan tersebut menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi kesinambungan kebijakan, modernisasi, dan kesiapan Angkatan Darat AS. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic