Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persiapan Pembebasan Baitul Maqdis, Pemuda Didorong Naik ke “Next Level Pejuang”

Farah Salsabila Editor : Widi Kusnadi - Senin, 22 Desember 2025 - 15:11 WIB

Senin, 22 Desember 2025 - 15:11 WIB

6 Views ㅤ

Jakarta, MINA — KAMI Indonesia, divisi kepemudaan Yayasan Masyarakat Ta’awun (MATAIN) menggelar kegiatan Ta’lim Syubban dan Fatayat bertema “The Next Level Pejuang: Siap Menjadi Generasi Epic Pembuka Gerbang Al-Aqsa” pada Ahad (21/12).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda Muslim dalam mempersiapkan pembebasan Baitul Maqdis secara holistik, mencakup aspek spiritual, intelektual, mental, dan fisik.

Ketua Panitia, Hamzah Al-Farid mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program tahunan KAMI Indonesia dalam membina pemuda agar lebih siap menghadapi tantangan perjuangan umat.

“Kami berkomitmen menyelenggarakan kegiatan ini secara rutin setiap tahun. Kegiatan kali ini merupakan pelaksanaan yang ketiga,” ujar Hamzah.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Ia juga mengajak pemuda-pemudi di wilayah Jabodetabek dan Banten untuk aktif berkontribusi dalam berbagai program perjuangan sesuai dengan potensi masing-masing.

Sementara itu, Pembina Yayasan MATAIN, Nuruddin, menekankan bahwa pembebasan Baitul Maqdis membutuhkan kesiapan individu yang serius di tengah perubahan zaman yang cepat dan tantangan teknologi yang kerap menjadikan pemuda lalai.

“Jika pembebasan Masjidil Aqsa adalah pekerjaan besar, maka dibutuhkan energi besar, kesungguhan besar, dan upaya besar. Namun realitas hari ini justru sebaliknya. Banyak pemuda terlena oleh kenyamanan teknologi, lebih santai, lebih banyak rebahan,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus diubah dengan kesadaran dan kesungguhan untuk meningkatkan kualitas diri. Pembebasan Masjidil Aqsa, lanjutnya, tidak hanya memerlukan dai atau ustadz, tetapi juga tenaga profesional dari berbagai bidang.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

“Karena itu tema kita adalah The Next Level Pejuang. Kita ingin naik level, dari rebahan menjadi bekerja keras, dari sekadar scrolling menjadi mengkaji dan mendalami ilmu. Pembebasan Masjidil Aqsa membutuhkan generasi yang benar-benar next level,” ujarnya.

Kegiatan ini dikemas dalam dua format utama. Pertama, talkshow interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain dr. Puji Waluyo, S.T., M.T. yang membahas kesehatan jasmani dan reproduksi, Ustadz Rendy Anggara, S.Ag. yang mengulas penguatan aspek spiritual, serta Farah Salsabila, M.Pd. yang memfokuskan pada peningkatan kapasitas intelektual dan mentalitas pemuda.

Format kedua berupa tausiyah yang disampaikan oleh pimpinan Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah se-Indonesia, K.H. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A.

Kegiatan rutin KAMI Indonesia ini diikuti oleh lebih dari 130 peserta dari kalangan pemuda dan pemudi wilayah Jabodetabek dan Banten.[]

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda