Ramallah, MINA – Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada Ahad (25/10) dengan tegas menolak rencana apa pun untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah besar staf di badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), serta mendesak negara-negara donor segara menyediakan pendanaan yang memadai dan berkelanjutan.
PLO membahas masalah ini dalam sebuah pertemuan di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, menyusul pernyataan pada Jumat oleh Riyad Zeighan, Kepala Konferensi Umum Serikat Staf Lokal di UNRWA. Zeighan mengungkapkan bahwa badan tersebut berencana melakukan PHK terhadap sejumlah besar pegawai di seluruh wilayah operasionalnya akibat kekurangan dana. Middle East Monitor melaporkan.
Komite tersebut menyerukan tindakan internasional yang mendesak untuk menyediakan dana sekitar 70 juta dolar guna memenuhi kebutuhan pendanaan segera, serta memastikan unrwa/">staf UNRWA tetap menerima gaji mereka untuk bulan November dan Desember.
Dalam sebuah pernyataan, PLO menyampaikan bahwa pertemuan itu membahas tantangan eksistensial yang dihadapi para pengungsi serta rencana UNRWA untuk melakukan PHK staf dan memangkas layanan.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Mereka dengan tegas menolak rencana PHK massal terhadap pegawai UNRWA di seluruh wilayah operasionalnya dan memperingatkan bahwa krisis keuangan ini dapat melemahkan kemampuan badan tersebut dalam terus menyediakan layanan serta memenuhi mandat dari PBB.
PLO menyatakan unrwa/">staf UNRWA merupakan tulang punggung badan tersebut, dan melakukan PHK terhadap mereka tidak akan menyelesaikan krisis keuangan yang ada. Sebaliknya, langkah tersebut justru akan mengancam keberlangsungan layanan pendidikan, kesehatan, bantuan, dan perlindungan sosial yang diberikan kepada jutaan pengungsi Palestina.
Mereka memperingatkan pemangkasan layanan-layanan ini akan menambah beban kemanusiaan dan sosial di kamp-kamp pengungsi, yang pada gilirannya dapat mengancam stabilitas kawasan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic