Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi Israel Bubarkan Wisuda Al-Quds University di Yerusalem, Empat Orang Ditahan

Arina Islami Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:10 WIB

19 Views ㅤ

Universitas Al-Quds Palestina. (Alquds.edu)

Yerusalem, MINA — Polisi Zionis Israel mencegah pelaksanaan upacara wisuda mahasiswa Universitas Al-Quds di Kota Tua Yerusalem, Senin (24/8), dan menahan sejumlah peserta serta akademisi yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut keterangan Gubernuran Yerusalem, pasukan Zionis Israel menyerbu Khan Tankiz di Pasar Qattanin, dekat kompleks Masjid Al-Aqsa, saat upacara wisuda mahasiswa Al-Quds University berlangsung.

Mengutip Middle East Monitor, pasukan tersebut kemudian membubarkan dan mencegah pelaksanaan acara.

Empat orang dilaporkan ditahan dalam penyerbuan tersebut, yakni Dr. Youssef al-Natsheh, Direktur Pusat Studi Yerusalem Universitas Al-Quds, Raed Saadeh, Kepala Jerusalem Tourism Cluster, seniman Yerusalem Hossam Abu Aisha, serta warga Yerusalem Hassan al-Louzi.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Keempatnya dibawa ke Ruang 4 milik dinas intelijen Zionis Israel untuk menjalani pemeriksaan, menurut Gubernuran Yerusalem.

Penyerbuan terhadap lokasi wisuda tersebut terjadi di kawasan Kota Tua Yerusalem yang berada dekat Masjid Al-Aqsa.

Khan Tankiz sendiri merupakan lokasi Pusat Studi Yerusalem yang terkait dengan Universitas Al-Quds.

Sementara itu, Universitas Al-Quds sebelumnya telah menyelenggarakan rangkaian wisuda angkatan ke-45 pada Agustus 2026.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Universitas tersebut mencatat wisuda tahun ini mencakup lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026.

Insiden pembubaran wisuda Universitas Al-Quds menambah panjang tindakan pembatasan yang dihadapi warga Palestina di Yerusalem, terutama di kawasan Kota Tua dan sekitar Masjid Al-Aqsa.

Sejak dimulainya serangan militer Zionis Israel ke Jalur Gaza pada Oktober 2023, Tepi Barat, termasuk Yerusalem, mengalami peningkatan serangan, penggerebekan, penahanan warga Palestina, serta kekerasan oleh pemukim Zionis.

Warga Palestina menilai berbagai kebijakan Zionis Israel di Yerusalem Timur merupakan bagian dari upaya mengubah karakter kota dan menghapus identitas Arab serta Islamnya, termasuk di sekitar Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Palestina mengeklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan. Posisi tersebut didasarkan antara lain pada resolusi-resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Zionis Israel atas Yerusalem Timur sejak 1967 maupun aneksasinya pada 1980. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda