Tel Aviv, MINA – Ketegangan antara Israel dan Turkiye kembali meningkat setelah anggota parlemen Israel Ariel Kellner menyebut Turkiye sebagai “negara musuh” dan melabeli Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan sebagai sosok yang berbahaya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan kedua negara akibat perang di Gaza dan meningkatnya kritik Ankara terhadap kebijakan militer Israel. Yedioth Ahronoth melaporkan, Sabtu (13/6).
Kellner menilai Turkiye tidak lagi dapat dipandang sebagai mitra strategis Israel sebagaimana pada masa lalu. Ia menuduh Erdogan menjalankan kebijakan yang semakin konfrontatif terhadap Israel dan menyerukan agar negara-negara Barat mulai memandang Ankara sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan.
Pernyataan itu muncul tidak lama setelah Erdogan kembali melontarkan kritik keras terhadap operasi militer Israel di Gaza, Suriah, dan Lebanon.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Dalam pidatonya di parlemen Turkiye pekan ini, Erdogan menyatakan bahwa serangan Israel terhadap Suriah dan Lebanon telah mencapai tingkat yang juga mengancam keamanan negaranya.
Ia bahkan menyebut agresi Israel sebagai ancaman yang tidak hanya membahayakan kawasan, tetapi juga dunia internasional.
Sejak pecahnya perang Gaza, Turkiye menjadi salah satu negara yang paling vokal mengkritik Israel. Pemerintah Turkiye menghentikan hubungan perdagangan dengan Israel, mendukung langkah hukum internasional terhadap para pemimpin Israel, serta berulang kali menyerukan penghentian serangan terhadap warga sipil Palestina.
Sikap tersebut membuat hubungan diplomatik kedua negara semakin memburuk meskipun sebelumnya sempat mengalami proses normalisasi.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Hubungan Turkiye-Israel sendiri memiliki sejarah panjang yang penuh pasang surut. Turkiye menjadi negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui Israel pada 1949 dan pernah menjalin kerja sama erat di bidang diplomasi, ekonomi, serta militer.
Namun, hubungan keduanya mengalami kemunduran dalam dua dekade terakhir, terutama setelah serangkaian konflik di Gaza dan meningkatnya dukungan Ankara terhadap perjuangan Palestina. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic