Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politisi Berdarah Palestina Nasry Asfura Terpilih Jadi Presiden Honduras

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 26 Desember 2025 - 21:51 WIB

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:51 WIB

17 Views ㅤ

Presiden Honduras Nasry Asfura (foto: Fpik)

Tegucigalpa, MINA – Otoritas Pemilihan Honduras telah mengumumkan kemenangan Nasry Asfura, kandidat sayap kanan yang didukung oleh presiden AS Donald Trump, dalam pemilihan presiden, setelah penundaan penghitungan suara selama beberapa pekan.

Kepala Dewan Pemilihan Nasional (NEC), Ana Paola Hall, mengatakan dewan tersebut mengumumkan kemenangan Nasry Juan Asfura Zablah untuk masa jabatan presiden empat tahun, yang dimulai pada 27 Januari 2026 dan berakhir pada 27 Januari 2030. MEMO melaporkan.

Asfura, 67 tahun, yang merupakan putra imigran Palestina, mengalahkan Salvador Nasralla, yang telah menyerukan penghitungan ulang suara secara penuh karena klaim adanya penyimpangan.

Trump sebelumnya telah menyatakan dukungannya untuk kandidat yang dikenal luas sebagai Tito Asfura dalam pemilihan presiden Honduras. Ia mengatakan keduanya dapat bekerja sama melawan “pengedar narkoba komunis” di wilayah tersebut.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Beberapa pekan sebelumnya, Trump menulis di media social miliknya bahwa “Satu-satunya teman sejati Kebebasan di Honduras adalah Tito Asfura.”

“Tito dan saya dapat bekerja sama untuk melawan Narkokomunis, dan membawa bantuan yang dibutuhkan kepada rakyat Honduras,”tambahnya.

Asfura lahir dari orang tua Palestina yang bermigrasi ke Amerika Tengah selama konflik Arab-Israel pada tahun 1940-an.

Ia belajar teknik sipil tetapi meninggalkan universitas sebelum menyelesaikan gelarnya, kemudian membangun karier di sektor konstruksi sebelum memasuki kehidupan publik pada tahun 1990-an.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Honduras dianggap sebagai salah satu negara paling rawan kekerasan di Amerika Latin, terutama karena geng-geng yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisir. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda