Tegucigalpa, MINA – Otoritas Pemilihan Honduras telah mengumumkan kemenangan Nasry Asfura, kandidat sayap kanan yang didukung oleh presiden AS Donald Trump, dalam pemilihan presiden, setelah penundaan penghitungan suara selama beberapa pekan.
Kepala Dewan Pemilihan Nasional (NEC), Ana Paola Hall, mengatakan dewan tersebut mengumumkan kemenangan Nasry Juan Asfura Zablah untuk masa jabatan presiden empat tahun, yang dimulai pada 27 Januari 2026 dan berakhir pada 27 Januari 2030. MEMO melaporkan.
Asfura, 67 tahun, yang merupakan putra imigran Palestina, mengalahkan Salvador Nasralla, yang telah menyerukan penghitungan ulang suara secara penuh karena klaim adanya penyimpangan.
Trump sebelumnya telah menyatakan dukungannya untuk kandidat yang dikenal luas sebagai Tito Asfura dalam pemilihan presiden Honduras. Ia mengatakan keduanya dapat bekerja sama melawan “pengedar narkoba komunis” di wilayah tersebut.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Beberapa pekan sebelumnya, Trump menulis di media social miliknya bahwa “Satu-satunya teman sejati Kebebasan di Honduras adalah Tito Asfura.”
“Tito dan saya dapat bekerja sama untuk melawan Narkokomunis, dan membawa bantuan yang dibutuhkan kepada rakyat Honduras,”tambahnya.
Asfura lahir dari orang tua Palestina yang bermigrasi ke Amerika Tengah selama konflik Arab-Israel pada tahun 1940-an.
Ia belajar teknik sipil tetapi meninggalkan universitas sebelum menyelesaikan gelarnya, kemudian membangun karier di sektor konstruksi sebelum memasuki kehidupan publik pada tahun 1990-an.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Honduras dianggap sebagai salah satu negara paling rawan kekerasan di Amerika Latin, terutama karena geng-geng yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisir. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic