Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta pada Rabu pagi (24/6) masih berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, angka Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 182 menurut standar AQI US.
Tingginya tingkat polusi udara tersebut didominasi oleh partikel halus PM2.5 yang menjadi penyumbang utama menurunnya kualitas udara di ibu kota. Partikel berukuran mikroskopis ini berisiko terhadap kesehatan karena dapat masuk ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti penderita penyakit pernapasan, anak-anak, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, khususnya kelompok sensitif, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada level tidak sehat.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 3 November 2026
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna meminimalkan risiko paparan polusi udara.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa paparan PM2.5 dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan, gangguan jantung, hingga menurunkan kualitas hidup masyarakat.
Sejumlah wilayah di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir kerap mengalami penurunan kualitas udara akibat kombinasi faktor emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta kondisi cuaca yang memengaruhi penyebaran polutan di atmosfer. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
















Mina Indonesia
Mina Arabic