Lisbon, MINA – Pemerintah Portugal mengerahkan sekitar 900 petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di negara itu.
Cuaca panas, angin kencang, dan kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau mempercepat penyebaran api sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Selain personel darat, otoritas juga mengoperasikan sejumlah helikopter dan pesawat pemadam untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses. Anadolu melaporkan, Ahad (2/8).
Petugas bekerja sepanjang waktu guna mencegah kobaran api meluas ke kawasan permukiman dan lahan pertanian yang berada di sekitar titik kebakaran.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Pemerintah Portugal meningkatkan status kewaspadaan di sejumlah daerah yang berisiko tinggi mengalami kebakaran. Warga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu api, termasuk membakar sampah atau membuka lahan, serta mengikuti arahan petugas apabila dilakukan evakuasi.
Gelombang panas yang melanda kawasan Eropa selatan dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko kebakaran hutan di Portugal, Spanyol, Yunani, dan negara-negara Mediterania lainnya.
Suhu udara yang tinggi disertai kelembapan rendah membuat vegetasi mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api ketika terjadi percikan.
Berdasarkan data European Forest Fire Information System (EFFIS), kebakaran hutan menjadi ancaman rutin di Portugal setiap musim panas.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut berulang kali mengalami kebakaran berskala besar yang menghanguskan ribuan hektare hutan, merusak ekosistem, serta memaksa ribuan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Hingga kini, petugas terus berupaya memadamkan api dan memantau perkembangan di lapangan agar kebakaran tidak meluas.
Pemerintah Portugal berharap kondisi cuaca yang lebih bersahabat dalam beberapa hari ke depan dapat membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus mengurangi risiko munculnya titik api baru. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic