Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi Matahari Tepat di Atas Ka’bah Saat Hari Arafah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 26 Mei 2026 - 06:53 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:53 WIB

86 Views ㅤ

Ka'bah

Makkah, MINA – Fenomena astronomi langka diperkirakan akan terjadi pada Hari Arafah 1447 Hijriah ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah.

Peristiwa yang disebut sebagai rashdul kiblat atau istiwa a’zham itu menjadi istimewa karena bertepatan dengan puncak ibadah haji dan hanya terjadi dalam siklus sekitar 33 tahun sekali.

Gulfnews melaporkan, fenomena tersebut menyebabkan bayangan benda tegak di sekitar Ka’bah nyaris menghilang karena matahari berada tepat di titik zenit.

Secara astronomi, peristiwa matahari melintas tepat di atas Ka’bah sebenarnya terjadi dua kali setiap tahun, yakni ketika pergerakan semu matahari berada di lintang Kota Makkah sekitar 21,4 derajat utara. Namun, kesesuaiannya dengan Hari Arafah menjadikannya peristiwa yang jauh lebih jarang terjadi.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Para astronom menjelaskan, fenomena langka itu berkaitan dengan perbedaan siklus kalender Hijriah dan kalender Masehi. Kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan memiliki jumlah hari lebih sedikit dibanding kalender matahari, sehingga momentum ibadah Islam terus bergeser setiap tahun.

Dibutuhkan sekitar 33 tahun hingga kedua siklus tersebut kembali mendekati posisi yang sama seperti saat ini.

Selain menjadi fenomena astronomi menarik, momen matahari tepat di atas Ka’bah juga dimanfaatkan umat Islam di berbagai negara untuk memverifikasi arah kiblat secara akurat.

Saat fenomena berlangsung, bayangan benda tegak lurus akan mengarah langsung berlawanan dengan posisi Ka’bah, sehingga dapat dijadikan pedoman alami untuk meluruskan arah salat tanpa alat bantu modern.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menegaskan fenomena tersebut tidak otomatis menyebabkan suhu ekstrem meskipun terjadi saat musim panas di kawasan Timur Tengah.

Namun demikian, jamaah haji tetap diimbau menjaga kesehatan dan menghindari paparan panas berlebihan karena suhu di Makkah diperkirakan tetap tinggi selama puncak ibadah haji berlangsung.

Fenomena ini juga memunculkan refleksi spiritual di kalangan umat Islam karena terjadi bertepatan dengan Hari Arafah, salah satu hari paling mulia dalam Islam.

Di saat jutaan jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk wukuf, pergerakan alam semesta yang selaras dengan pusat kiblat umat Islam dianggap menjadi pengingat tentang kebesaran Allah dan persatuan kaum Muslimin di seluruh dunia. []

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Dunia Islam