New York, MINA — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan belum bersedia bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum kepercayaan antara Teheran dan Washington kembali terbangun.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara, Jumat (25/9), di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik kedua negara.
Pezeshkian mengatakan sulit bagi Iran mempercayai AS selama Washington masih menjalankan berbagai tindakan yang dinilai menekan Teheran. Ia juga mengakui bahwa pertemuan langsung dengan Trump dalam kondisi saat ini akan sulit dilakukan.
Meski demikian, Pezeshkian menyatakan Iran tetap membuka jalan diplomasi. Al Jazeera melaporkan, Teheran saat ini tidak memiliki kepercayaan terhadap perundingan dengan Washington karena sejumlah upaya dialog sebelumnya diikuti serangan dan pemberlakuan sanksi.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Di sela Sidang Umum ke-81 PBB di New York, jalur komunikasi tidak langsung antara Iran dan AS tetap berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan proposal yang mencakup penghentian permusuhan, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta dimulainya pembicaraan mengenai sejumlah isu yang disepakati kedua pihak.
Dalam kerangka proposal tersebut, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah sejumlah langkah awal dilakukan. Sebagai imbalannya, Teheran meminta antara lain pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran, keringanan sanksi terhadap ekspor minyak, serta pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Sebelumnya, Trump menyebut utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner telah melakukan pertemuan dengan para mediator terkait kemungkinan kesepakatan dengan Iran.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Sementara itu, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap terbuka terhadap penyelesaian melalui diplomasi, tetapi menginginkan adanya dasar kepercayaan dan komitmen yang jelas sebelum memasuki pembicaraan lebih lanjut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic