Kairo, MINA – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan tidak akan ada normalisasi Mesir-Israel sebelum tercapai perdamaian yang adil dan berdirinya negara Palestina yang merdeka.
Pernyataan tersebut disampaikan Sisi saat meresmikan markas Komando Strategis Negara di Ibu Kota Administratif Baru, sebelah timur Kairo, Sabtu (4/7), sebagaimana dikutip dari pernyataan Kepresidenan Mesir.
Sisi mengatakan normalisasi Mesir-Israel tidak akan terwujud tanpa penyelesaian yang mengakhiri penjajahan, menghentikan ketidakadilan dan agresi, serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.
“Tidak akan ada perdamaian yang langgeng, tidak ada stabilitas yang nyata, dan tidak ada normalisasi yang diterima masyarakat tanpa perdamaian yang adil yang mengakhiri pendudukan, mengakhiri ketidakadilan dan agresi, memulihkan hak-hak pemiliknya yang sah, serta memberikan keamanan bagi semua,” ujar Sisi.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Menurut Presiden Mesir itu, perdamaian yang adil akan membuka jalan bagi seluruh masyarakat di kawasan untuk hidup dalam keamanan, stabilitas, dan kemakmuran.
Selain menegaskan sikap mengenai normalisasi Mesir-Israel, Sisi juga menyerukan dukungan terhadap gencatan senjata di Gaza yang mulai berlaku pada Oktober 2025.
Ia juga menyambut kerangka kesepakatan terbaru antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara.
Sisi mengajak semua pihak mendukung upaya perdamaian dan mencegah tindakan apa pun yang dapat melemahkan gencatan senjata di Gaza maupun kesepakatan damai yang telah dicapai.[]
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic