Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prof Sylvia Narulita Tekankan Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:23 WIB

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:23 WIB

30 Views ㅤ

Prof Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI). (Foto: MUI)

Jakarta, MINA – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Prof Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan keberlanjutan lingkungan dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Hal tersebut disampaikan dalam sesi diskusi bertema “Tantangan dan Agenda Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi yang Berkeadilan, Inklusif, dan Berkelanjutan” pada rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7).

Menurut Prof Sylvia, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan saat ini, tetapi juga harus memastikan generasi mendatang tetap memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya.

“Berkelanjutan itu bagaimana suatu pembangunan bisa memenuhi kebutuhan generasi kini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Ia menjelaskan, meski sejumlah indikator ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan, masih terdapat tantangan besar terkait pemerataan dan kualitas pertumbuhan.

Salah satunya terlihat dari kesenjangan distribusi kekayaan serta masih banyaknya masyarakat yang berada di sekitar garis kemiskinan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena kelompok masyarakat rentan dapat kembali terdampak apabila terjadi tekanan ekonomi seperti kenaikan inflasi.

“Kalau terjadi kenaikan inflasi saja dari tingkat yang sekarang, itu bisa menimbulkan dampak kenaikan penduduk miskin yang cukup signifikan,” katanya.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Selain aspek ekonomi, Prof Sylvia juga menyoroti risiko global yang semakin didominasi isu lingkungan dan sosial, khususnya perubahan iklim.

Menurutnya, perubahan iklim dapat berdampak luas terhadap produktivitas, kesehatan masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi.

Ia menjelaskan, peningkatan emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim yang berdampak pada kenaikan suhu global, meningkatnya bencana alam, serta terganggunya ekosistem.

“Kita tidak ingin pertumbuhan ekonomi tinggi yang kita capai saat ini justru mengorbankan aspek lingkungan dan sosial, sehingga generasi mendatang yang menerima dampak negatifnya,” jelasnya.

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Prof Sylvia mendorong penguatan ekonomi hijau (green economy) dan pembiayaan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

Ia juga menilai nilai-nilai keberlanjutan memiliki keterkaitan dengan ajaran Islam, terutama dalam hal tidak berlebihan dalam menggunakan sumber daya serta mendorong kepedulian sosial.

Ia menambahkan, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, komunitas, dan masyarakat memiliki peran bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Prof Sylvia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan. []

Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda