Program Kafalah Saudi Kampanyekan Kesadaran UKM

Riyadh, MINA – Program Kafalah Saudi terus mengampanyekan untuk mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam tema “Hold On to Your Dream” (Bertahan pada Impian Anda) pada konferensi pers baru-baru ini.

Homam Hashem, Direktur Jenderal Kafalah, mengatakan 11.912 UKM yang mencakup berbagai industri dan sektor telah mendapat manfaat dari program ini sejak didirikan pada 2006 hingga pertengahan Desember tahun ini. Saudi Gazette melaporan Ahad (30/12).

Total dana yang disediakan oleh bank-bank yang berkontribusi mencapai di atas SR25 miliar dan nilai jaminan (kafalaat) yang diberikan kepada bank selama periode yang sama mencapai lebih dari SR13 miliar.

Hashem mencatat bahwa program ini berhasil memberi energi pada pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah, dan mendukung kontribusi luar biasa mereka terhadap produk domestik bruto.

Dia menambahkan bahwa program Kafalah bekerja sama dengan “Namaa”, dan akan terus meningkatkan modal program dengan SR800 juta melalui inisiatif swasta.

“Pada gilirannya akan memberikan kontribusi SR1, 6 miliar. Tahun ini hingga pertengahan Desember program ini telah meningkatkan penerima manfaat sebesar 16 persen menjadi 1.954 dari sebelumnya 1.685 tahun lalu,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai pembiayaan yang diberikan oleh bank-bank pun meningkat menjadi SR4,7 miliar dari SR3,2 miliar, dan ini mencatat lonjakan 46 persen.

“Ini meningkatkan portofolio luar biasa menjadi SR3,8 miliar, dengan peningkatan pembiayaan 62 persen (kafalaat) senilai lebih dari SR2,8 miliar dibandingkan dengan1,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu,” imbuhnya.

Talat Hafiz, Sekretaris Jenderal Komite Kesadaran Media dan Perbankan Bank-Bank Saudi, mengatakan, tahun demi tahun, sektor usaha kecil dan menengah menegaskan kehadiran dan pertumbuhannya di ekonomi negara-negara maju.

“Ini merupakan upaya nyata untuk memaksimalkan peran dan kontribusinya, mengingat peran langsungnya dalam menciptakan lapangan kerja, mendiversifikasi sumber-sumber pendapatan dan meningkatkan kapasitas produktif dan kompetitif ekonomi nasional,” katanya.

Hafiz menambahkan bahwa dalam konteks pendekatan Kerajaan atas berbagai sumber pendapatan dan pengurangan ketergantungan pada minyak secara bertahap.

Dalam strategi ekonomi jangka panjangnya, ini seiring dengan Visi Kerajaan 2030 dan Program Transisi Nasional 2020, untuk meningkatkan kontribusi PDB dari UKM dari 20 persen menjadi 35 persen.

Dia menggambarkan bank-bank Saudi sebagai pendukung utama pengembangan sektor ini dan bahwa mereka telah memanfaatkan potensi mereka untuk memastikan keberhasilan program Kafalah.

Pinjaman bank kepada UKM yang berkontribusi meningkat menjadi hampir 5 persen dari portofolio pinjaman bank sebesar 1,4,4 triliun, dibandingkan dengan 2 persen dua tahun lalu, yang mengindikasikan bahwa pihaknya menargetkan untuk mencapai 5 persen pada tahun 2020. (T/RS2/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)