Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan Ribu Jemaah Umrah RI Terimbas Perang Iran-AS-Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 1 Maret 2026 - 11:16 WIB

Ahad, 1 Maret 2026 - 11:16 WIB

22 Views ㅤ

Jakarta, MINA — Sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia dilaporkan terdampak eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.

Akibat ketidakpastian keamanan, sejumlah maskapai internasional telah mengubah rute, menunda, atau menyesuaikan jadwal penerbangan yang memengaruhi keberangkatan dan kepulangan para jemaah dari Arab Saudi.

Data resmi Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) menunjukkan puluhan ribu jemaah berada di berbagai kota suci, termasuk Mekah dan Madinah, ketika konflik meningkat sejak akhir pekan lalu.

Para jamaah yang sudah berada di Arab Saudi saat ini masih menunggu kepastian jadwal pulang karena dampak penutupan atau pembatasan ruang udara di wilayah Teluk.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan pihaknya terus memantau kondisi jemaah secara intensif dan berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Riyadh, serta Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, meminta jemaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah masing-masing.

Selain itu, langkah antisipatif juga dilakukan KUH Jeddah dengan menyiapkan tiga tim operasional di titik-titik strategis Bandara Jeddah, untuk membantu jemaah menghadapi kemungkinan keterlambatan atau penyesuaian jadwal penerbangan akibat penutupan ruang udara di beberapa negara kawasan.

Koordinasi intens dengan pihak maskapai, travel lokal, dan otoritas Arab Saudi terus dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Situasi penerbangan umrah itu sendiri juga dipengaruhi oleh keputusan beberapa maskapai besar yang membatalkan atau merutekan ulang layanan mereka di wilayah Teluk dan sekitarnya demi alasan keamanan.

Bandara-bandara transit utama di Doha, Dubai, dan Bahrain dilaporkan mengalami gangguan signifikan, sehingga sejumlah jemaah terpaksa tertahan di bandara transit sebelum dapat melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi atau pulang ke Tanah Air.

Koordinasi pemerintah juga mencakup imbauan kepada jemaah untuk aktif berkomunikasi dengan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) dan tidak percaya pada informasi tidak terverifikasi yang beredar di media sosial.

Sementara jadwal keberangkatan jemaah yang masih di Indonesia akan terus disesuaikan berdasarkan perkembangan keamanan di kawasan Timur Tengah dan keputusan maskapai.

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jamaah umrah terbesar di dunia, dengan puluhan ribu warga yang melakukan ibadah tahunan ini setiap tahunnya.

Perjalanan umrah biasanya melibatkan transit melalui sejumlah negara Teluk yang kini menutup atau membatasi ruang udaranya akibat konflik antara AS-Israel dengan Iran. Dampak tersebut tidak hanya berimbas pada jadwal penerbangan tetapi juga menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan, sehingga koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi menjadi kunci utama dalam memastikan perlindungan jamaah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Saudi Koordinasi dengan NATO dan Eropa Bahas Perkembangan Kawasan

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Dunia Islam