Doha, MINA – Gelombang kecaman internasional terhadap serangan Israel di Lebanon terus menguat. Sejumlah negara, termasuk Qatar dan Jerman, mendesak Israel untuk menghentikan operasi militernya setelah serangan terbaru di wilayah Lebanon memicu korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan pengungsian warga sipil dalam jumlah besar.
Kementerian Luar Negeri Qatar pada Senin (1/6) mengecam keras serangan yang menghantam sejumlah wilayah di Lebanon dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap upaya menjaga stabilitas kawasan.
Doha memperingatkan bahwa eskalasi militer yang terus berlanjut dapat memperluas konflik di Timur Tengah yang saat ini sudah menghadapi berbagai krisis keamanan dan kemanusiaan. Al-Jazeera melaporkan.
Sikap serupa juga disampaikan Jerman yang menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk keadaan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Berlin menegaskan pentingnya menjaga gencatan senjata dan mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Pemerintah Jerman juga menyatakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah korban sipil akibat serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kecaman tidak hanya datang dari Qatar dan Jerman. Sejumlah negara Arab, organisasi regional, serta lembaga internasional turut menyuarakan kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan antara Israel dan Lebanon.
Mereka menilai serangan yang terus berlanjut berisiko menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas dan mengancam keamanan regional.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan udara Israel dilaporkan menghantam berbagai wilayah di Lebanon selatan hingga kawasan sekitar Beirut.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Aksi tersebut memicu gelombang pengungsian baru dan memperburuk kondisi kemanusiaan. Pemerintah Lebanon menuduh Israel melanggar kedaulatan negaranya, sementara Israel menyatakan operasi militer dilakukan untuk menghadapi ancaman dari kelompok Hizbullah.
Selain berdampak pada Lebanon dan Israel, eskalasi konflik juga dikhawatirkan memengaruhi stabilitas kawasan, jalur perdagangan internasional, serta berbagai proses diplomatik yang sedang berlangsung, termasuk upaya meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic