Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rabi Israel Ajak Massa Kepung Gereja Inggris yang Gelar Diskusi Genosida Gaza

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 10 Juli 2026 - 20:23 WIB

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:23 WIB

37 Views ㅤ

Rabi Israel Ephraim Mirvis (Kiri) (foto: X)

London, MINA – Seorang rabi Israel bernama Ephraim Mirvis menyerukan kepada para pendukungnya untuk mendatangi dan mengepung sebuah gereja di Inggris yang dijadwalkan menjadi lokasi diskusi mengenai dugaan genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.

Seruan tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatnya intimidasi terhadap ruang-ruang publik yang membahas krisis kemanusiaan di Palestina. MEMO melaporkan, Jumat (10/7)

Menurut laporan media, gereja tersebut berencana menyelenggarakan forum yang menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan pegiat hak asasi manusia untuk membahas perkembangan situasi di Gaza serta aspek hukum internasional terkait tuduhan genosida.

Namun, rabi tersebut menyerukan agar para pendukung Israel mendatangi lokasi acara guna menghentikan penyelenggaraan diskusi yang dinilainya menyebarkan narasi anti-Israel.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Seruan itu menuai perhatian karena dinilai berpotensi memicu ketegangan di tengah meningkatnya polarisasi mengenai perang Gaza di berbagai negara Barat.

Sejumlah kelompok masyarakat sipil di Inggris menilai kebebasan menyampaikan pendapat dan berdiskusi secara damai merupakan bagian dari prinsip demokrasi yang harus dilindungi, termasuk ketika membahas konflik Israel-Palestina.

Perdebatan mengenai penggunaan istilah “genosida” terhadap operasi militer Israel di Gaza terus berkembang di tingkat internasional.

Berbagai organisasi hak asasi manusia, pakar hukum internasional, dan sejumlah lembaga keagamaan telah mendesak dilakukannya penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran berat hukum humaniter internasional.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Di sisi lain, pemerintah Israel secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menyatakan operasi militernya ditujukan untuk menghadapi kelompok bersenjata di Gaza.

Sejak agresi militer Israel di Gaza berlangsung, berbagai gereja, universitas, dan lembaga keagamaan di Eropa kerap menjadi tempat penyelenggaraan diskusi, doa bersama, maupun kampanye solidaritas bagi rakyat Palestina.

Tidak sedikit kegiatan tersebut mendapat penolakan dari kelompok pro-Israel, sehingga aparat keamanan di sejumlah negara harus meningkatkan pengamanan demi mencegah bentrokan maupun tindakan intimidasi terhadap peserta acara. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda