Stockholm, MINA – Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di ibu kota Swedia, Stockholm, Sabtu (11/7) untuk memprotes berlanjutnya serangan Israel di Jalur Gaza serta menuntut dicabutnya blokade yang dinilai menghambat masuknya bantuan kemanusiaan.
Dikutip dari Anadolu, aksi yang diprakarsai sejumlah organisasi masyarakat sipil itu dipusatkan di Lapangan Odinplan. Massa membawa bendera Palestina dan meneriakkan berbagai slogan yang menyerukan diakhirinya serangan terhadap Gaza serta mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa pembatasan.
Ketua organisasi European Jews for a Just Peace, Dror Feiler, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina sekaligus seruan untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan.
“Kami turun ke jalan untuk membela hak-hak rakyat Palestina, keadilan, dan kesetaraan,” ujar Feiler.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Menurut Feiler, selama beberapa tahun terakhir telah terjadi penghancuran besar-besaran di Gaza serta meningkatnya kekerasan di Tepi Barat. Ia juga menyatakan aksi solidaritas di Stockholm telah berlangsung secara rutin selama sekitar tiga tahun dan akan terus dilanjutkan meski para pesertanya kerap menghadapi tuduhan antisemitisme.
Sejak perang Gaza pecah pada 7 Oktober 2023, berbagai aksi solidaritas untuk Palestina terus berlangsung di sejumlah kota di Eropa, termasuk Stockholm. Para demonstran mendesak dihentikannya operasi militer di Gaza, perlindungan terhadap warga sipil, serta dibukanya akses bantuan kemanusiaan bagi penduduk yang terdampak konflik.
Sementara itu, otoritas kesehatan di Gaza melaporkan jumlah korban tewas dan luka terus bertambah seiring berlanjutnya konflik. Berbagai organisasi internasional juga berulang kali memperingatkan memburuknya kondisi kemanusiaan akibat keterbatasan akses terhadap makanan, obat-obatan, dan layanan kesehatan.
Di sisi lain, Israel menyatakan operasi militernya ditujukan untuk menghadapi Hamas menyusul serangan kelompok tersebut pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Konflik yang masih berlangsung telah memicu seruan luas dari komunitas internasional agar seluruh pihak mematuhi hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic