Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan Warga Gelar Aksi Bela Palestina di Stockholm, Desak Blokade Gaza Segera Dicabut

Redaksi Editor : Arif R - Ahad, 12 Juli 2026 - 13:46 WIB

Ahad, 12 Juli 2026 - 13:46 WIB

26 Views ㅤ

Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di ibu kota Swedia, Stockholm. (FOTO: Quds Press)

Stockholm, MINA – Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di ibu kota Swedia, Stockholm, Sabtu (11/7) untuk memprotes berlanjutnya serangan Israel di Jalur Gaza serta menuntut dicabutnya blokade yang dinilai menghambat masuknya bantuan kemanusiaan.

Dikutip dari Anadolu,  aksi yang diprakarsai sejumlah organisasi masyarakat sipil itu dipusatkan di Lapangan Odinplan. Massa membawa bendera Palestina dan meneriakkan berbagai slogan yang menyerukan diakhirinya serangan terhadap Gaza serta mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa pembatasan.

Ketua organisasi European Jews for a Just Peace, Dror Feiler, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina sekaligus seruan untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan.

“Kami turun ke jalan untuk membela hak-hak rakyat Palestina, keadilan, dan kesetaraan,” ujar Feiler.

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Menurut Feiler, selama beberapa tahun terakhir telah terjadi penghancuran besar-besaran di Gaza serta meningkatnya kekerasan di Tepi Barat. Ia juga menyatakan aksi solidaritas di Stockholm telah berlangsung secara rutin selama sekitar tiga tahun dan akan terus dilanjutkan meski para pesertanya kerap menghadapi tuduhan antisemitisme.

Sejak perang Gaza pecah pada 7 Oktober 2023, berbagai aksi solidaritas untuk Palestina terus berlangsung di sejumlah kota di Eropa, termasuk Stockholm. Para demonstran mendesak dihentikannya operasi militer di Gaza, perlindungan terhadap warga sipil, serta dibukanya akses bantuan kemanusiaan bagi penduduk yang terdampak konflik.

Sementara itu, otoritas kesehatan di Gaza melaporkan jumlah korban tewas dan luka terus bertambah seiring berlanjutnya konflik. Berbagai organisasi internasional juga berulang kali memperingatkan memburuknya kondisi kemanusiaan akibat keterbatasan akses terhadap makanan, obat-obatan, dan layanan kesehatan.

Di sisi lain, Israel menyatakan operasi militernya ditujukan untuk menghadapi Hamas menyusul serangan kelompok tersebut pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel

Konflik yang masih berlangsung telah memicu seruan luas dari komunitas internasional agar seluruh pihak mematuhi hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS akan Hentikan Bantuan untuk Israel Akhir Tahun Ini

Rekomendasi untuk Anda

Sejumlah Warga Protes Kedatangan Kapal Pesiar Israel di Pelabuhan Yunani (foto: MEMO)
Amerika
Indonesia
Indonesia
Indonesia