Riyadh, MINA – Arab Saudi, Qatar, dan Yordania menyerukan agar Israel segera menghentikan serangan militernya di wilayah selatan Suriah. Ketiga negara Arab itu menilai aksi militer Israel merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan berpotensi memperburuk ketegangan serta mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin (29/6) menyatakan kecaman keras atas serangan yang dilakukan Israel di Provinsi Daraa, Suriah selatan. Arabnews melaporkan.
Riyadh menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekaligus mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap negara-negara di kawasan.
Senada dengan itu, Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam keras agresi Israel dan menegaskan dukungannya terhadap persatuan, kemerdekaan, serta kedaulatan Suriah.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Doha memperingatkan bahwa serangan yang terus berulang tidak hanya mengancam keamanan Suriah, tetapi juga dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah, terutama ketika kawasan masih dibayangi perang di Jalur Gaza dan ketegangan di perbatasan Lebanon.
Sementara itu, Yordania melalui Kementerian Luar Negerinya menyebut serangan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan bentuk intervensi yang tidak dapat diterima terhadap urusan dalam negeri Suriah.
Amman mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, agar menjalankan tanggung jawabnya untuk menghentikan tindakan yang dinilai mengancam perdamaian dan keamanan regional.
Serangan terbaru Israel dilaporkan menyasar sejumlah lokasi di wilayah selatan Suriah yang diklaim sebagai sasaran kelompok bersenjata.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel berulang kali melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah dengan alasan mencegah penguatan militer kelompok-kelompok yang didukung Iran.
Namun, pemerintah Suriah menilai serangan tersebut sebagai agresi yang melanggar kedaulatan negaranya dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.
Kecaman dari Arab Saudi, Qatar, dan Yordania menambah panjang daftar negara yang mendesak dihentikannya operasi militer Israel di kawasan.
Tekanan diplomatik dari negara-negara Arab mencerminkan kekhawatiran atas meluasnya konflik di Timur Tengah, yang berpotensi mengganggu stabilitas regional dan memperbesar risiko konfrontasi lintas negara apabila tidak segera direspons melalui jalur diplomasi. []
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Saudi Koordinasi dengan NATO dan Eropa Bahas Perkembangan Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic