Liverpool, MINA – Polisi Inggris pada Ahad (27/9) menangkap dua demonstran dalam protes pro-Palestina di luar konferensi tahunan Partai Buruh di Kota Liverpool.
Para pengunjuk rasa berkumpul di luar lokasi konferensi. Beberapa di antaranya membawa tanda buatan sendiri yang menyatakan dukungan untuk Palestine Action, kelompok yang dilarang oleh pemerintah Inggris.
Petugas polisi bergerak menangkap seorang pria lanjut usia yang duduk di bawah pohon. Penangkapan kedua melibatkan seorang demonstran yang memegang tanda mendukung kelompok yang dilarang tersebut.
Juru bicara Defend Our Juries, yang menyelenggarakan protes tersebut, mengatakan pihaknya berharap perdana menteri baru, Andy Burnham, akan melakukan hal yang masuk akal dan mencabut larangan terhadap Palestine Action.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Hal ini mengingat besarnya tekanan publik dan meningkatnya sumber daya yang dibutuhkan untuk menegakkan larangan tersebut.
Hampir 74.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 175.000 lainnya terluka dalam perang genosida Israel di Gaza sejak 2023. Serangan tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur Gaza.
Meskipun ada gencatan senjata yang berlaku Oktober lalu, tentara Israel terus melakukan serangan harian di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 1.400 warga Palestina tewas dan sekitar 5.000 lainnya terluka.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza. []
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic