Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama Ramadhan, MBG Tetap Dibagikan di Sekolah dan Pesantren

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Senin, 26 Januari 2026 - 23:06 WIB

Senin, 26 Januari 2026 - 23:06 WIB

60 Views

Ilustrasi: Menu MBG. (Gambar: X)

Jakarta, MINA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama jajaran melakukan silaturahim ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Senin (26/1) untuk membahas rencana pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan.

Dalam pertemuan tersebut, Dadan menjelaskan bahwa BGN telah menyiapkan skema pendistribusian yang efektif dan menepis anggapan bahwa program MBG akan menjadi mubazir selama Ramadhan. Ia menegaskan bahwa sasaran utama MBG adalah ibu hamil dan anak balita, yang tidak terpengaruh kewajiban puasa.

“Pada prinsipnya MBG menyasar ibu hamil dan anak balita. Anak balita belum wajib puasa, sehingga program MBG untuk mereka akan berjalan normal,” ujar Dadan.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk anak-anak sekolah, BGN telah menyiapkan strategi khusus, terutama di daerah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa. Makanan akan dibagikan di sekolah untuk kemudian dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Sementara itu, di daerah yang mayoritas tidak menjalankan puasa, pendistribusian MBG akan tetap dilakukan seperti hari biasa tanpa perubahan skema.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait risiko makanan menjadi basi karena jeda waktu yang cukup lama antara jam pulang sekolah dan waktu berbuka, Dadan menyebut BGN telah menyiapkan solusi dengan mengganti menu makanan menjadi lebih tahan lama.

Menu tersebut antara lain telur asin, telur rebus, telur pindang, susu, buah, kurma, abon, roti, serta berbagai penganan lokal yang tetap layak dikonsumsi hingga sore hari.

Selain itu, BGN juga menyiapkan strategi khusus untuk wilayah pesantren. Menurut Dadan, proses memasak dan pendistribusian MBG di pesantren akan digeser ke sore hari agar makanan dapat dibagikan menjelang waktu berbuka puasa.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

“Untuk pesantren, pembagian makanan akan diatur menjelang berbuka puasa agar manfaatnya lebih optimal bagi para santri,” jelasnya.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Indonesia
Palestina
Indonesia