Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sembilan Tentara Israel Dilaporkan Terluka di Pos Perbatasan Lebanon

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:37 WIB

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:37 WIB

6 Views ㅤ

Tentara Israel dievakuasi. (Quds Press)

Beirut, MINA – Eskalasi di perbatasan utara wilayah pendudukan kembali memanas setelah serangan roket presisi yang diluncurkan dari wilayah Lebanon Selatan berhasil menghantam posisi militer Israel pada Sabtu (28/3).

Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya sembilan tentara Israel terluka, di mana beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis akibat ledakan langsung di titik konsentrasi pasukan darat mereka. Media KAN melaprokan.

Serangan balasan ini terjadi sebagai respons atas agresi udara Israel yang terus menyasar pemukiman warga sipil di sepanjang garis perbatasan Lebanon.

Pihak perlawanan menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan wilayah dan memberikan pesan tegas bahwa setiap jengkal tanah yang diserang akan dibayar dengan balasan setimpal. Pos militer yang menjadi target dilaporkan mengalami kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Militer Israel segera mengerahkan unit medis udara untuk mengevakuasi para prajurit yang terluka ke pusat medis terdekat di wilayah utara. Sirene peringatan bahaya dilaporkan meraung-raung di berbagai pemukiman ilegal Israel, memicu gelombang kepanikan di kalangan pemukim yang kini terpaksa menghabiskan lebih banyak waktu di bunker bawah tanah.

Ketegangan ini menandai kegagalan sistem pertahanan udara dalam membendung seluruh proyektil yang masuk secara simultan.

Data intelijen kawasan menunjukkan adanya peningkatan koordinasi antara berbagai faksi perlawanan dalam menghadapi teknologi militer canggih Israel.

Penggunaan roket dengan hulu ledak yang lebih berat dan presisi menunjukkan bahwa kemampuan taktis perlawanan di Lebanon Selatan terus berkembang meski di bawah tekanan blokade udara. Hal ini memaksa komando militer Israel untuk meninjau ulang strategi pertahanan perbatasan mereka yang kian rapuh.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Pihak perlawanan Lebanon menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi segala skenario terburuk demi melindungi tanah air dan martabat bangsa dari penjajahan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda