Bogota, MINA – Pemerintah Kolombia pada Jumat (21/8) menandatangani dekret yang mengizinkan dimulainya kembali ekspor batu bara ke Israel, mencabut larangan yang diberlakukan di bawah mantan Presiden Gustavo Petro di tengah tindakan genosida Israel di Gaza.
“Saya mengizinkan dimulainya kembali ekspor batu bara ke Israel, mengakhiri larangan dan pembatasan ideologis masa lalu yang merugikan ekonomi kita, memengaruhi kepastian hukum, dan melemahkan kepercayaan internasional,” kata Presiden Abelardo de la Espriella. Anadolu melaporkan.
Menteri Perdagangan, Industri, dan Pariwisata Mauricio Gomez Amin mengatakan pemerintah telah menyiapkan dekret tersebut, seraya menyebut penangguhan sebelumnya sebagai keputusan yang bersifat “ideologis”.
Asosiasi Profesional Sektor Pertambangan Kolombia menyambut baik langkah tersebut, dengan menyatakan keputusan itu didasarkan pada pertimbangan teknis, bukan ideologis, dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Kolombia.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sebuah dekret yang diterbitkan pada Agustus 2025 memberlakukan larangan ekspor batu bara Kolombia ke Israel, dengan alasan operasi militer Israel di Palestina dan dampaknya terhadap warga sipil Palestina.
Pemerintah saat itu menyatakan langkah tersebut bertujuan mencegah sumber daya alam Kolombia berkontribusi pada upaya perang Israel serta membantu mencegah genosida terhadap rakyat Palestina.
Penangguhan tersebut mengurangi pengiriman ke pasar Israel sekitar 3,5 juta metrik ton per tahun, menurut Federasi Nasional Produsen Batu Bara (Fenalcarbon). Angka tersebut mencerminkan nilai ekspor tahunan sekitar 200 juta dolar AS, menurut laporan media setempat.
Namun, pencabutan larangan tersebut tidak serta-merta berarti Kolombia akan segera mendapatkan kembali pangsa pasarnya yang lama di Israel.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Presiden Fenalcarbon, Carlos Cante, mengatakan Israel telah meningkatkan pembelian batu bara dari Afrika Selatan dan memperluas penggunaan gas alam di beberapa pembangkit listrik tenaga termal.
Pemerintah Kolombia juga sebelumnya mengumumkan rencana untuk memperkuat hubungan dagang dengan Israel dan memperluas pasar bagi produk-produk Kolombia sebagai bagian dari upaya De la Espriella untuk membalikkan kebijakan yang diambil oleh pemerintahan sebelumnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic