Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan AS ke 5 Provinsi Iran Tewaskan 14 Orang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 9 Juli 2026 - 22:01 WIB

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:01 WIB

16 Views ㅤ

Serangan AS ke Iran (foto: X)

Teheran, MINA – Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas dan 78 lainnya mengalami luka-luka setelah serangan udara Amerika Serikat menghantam lima provinsi di Iran dalam dua hari terakhir.

Insiden tersebut memperburuk eskalasi konflik antara Washington dan Teheran yang kembali memanas setelah gencatan senjata yang sempat tercapai sebelumnya dilaporkan runtuh. Tasnim melaporkan, Kamis (9/7).

Kementerian Kesehatan Iran menyatakan serangan berlangsung pada 8 hingga 9 Juli dan menyasar sejumlah wilayah di negara itu.

Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, mengatakan hingga Kamis (9/7), sebanyak 47 korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara sisanya telah dipulangkan setelah mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Media pemerintah Iran juga melaporkan sedikitnya tiga korban jiwa berasal dari serangan di sekitar Kota Ahvaz, Provinsi Khuzestan, wilayah strategis yang menjadi salah satu pusat industri minyak Iran.

Otoritas setempat masih melakukan pendataan terhadap dampak serangan, termasuk kemungkinan bertambahnya jumlah korban akibat proses evakuasi yang masih berlangsung.

Eskalasi terbaru dipicu setelah Amerika Serikat menuduh Iran menyerang tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Tuduhan tersebut direspons Washington dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer di kawasan pesisir selatan Iran.

Di sisi lain, Teheran menilai aksi militer AS sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya dan memperingatkan akan memberikan respons yang dianggap setimpal.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Meningkatnya konfrontasi kedua negara juga mulai berdampak pada jalur perdagangan global. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan menurun drastis menyusul kekhawatiran terhadap keamanan kawasan.

Selat tersebut merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia menyerukan semua pihak agar menahan diri dan mengedepankan dialog guna mencegah konflik meluas.

Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya deeskalasi demi menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah serta keamanan pelayaran internasional, mengingat konflik yang terus meningkat berpotensi memengaruhi pasokan energi dan perekonomian global. []

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Dunia Islam
Internasional
Amerika