Gaza, MINA – Setidaknya lima warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan Israel di seluruh Gaza sejak Kamis malam (21/5), di tengah peningkatan bombardir Israel terhadap wilayah tersebut meskipun ada gencatan senjata.
Serangan tersebut termasuk menarget sebuah tenda yang menampung keluarga pengungsi dan sebuah rumah di lingkungan perumahan.
Dilansir dari Quds News Network (QNN), sumber lokal mengatakan, serangan Israel pada Kamis malam menargetkan sebuah rumah di Kamp Al-Maghazi di Gaza tengah dengan dua serangan, menewaskan seorang pria dan menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah di dekatnya di lingkungan perumahan.
Jumat pagi (22/5), seorang anak berusia 13 tahun tewas dan beberapa lainnya terluka di Gaza Utara, setelah sebuah drone Israel menjatuhkan bom di daerah tersebut.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Kemudian, serangan Israel menghantam sebuah tenda yang menampung keluarga pengungsi di Khan Younis, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.
Seorang wanita berusia 26 tahun juga tewas akibat tembakan Israel dari sebuah quadcopter di Deir Al-Balah timur di Gaza tengah.
Seorang warga Palestina lainnya tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel yang menargetkan kerumunan di lingkungan Saftawi, Kota Gaza.
Terjadi peningkatan serangan Israel di Jalur Gaza yang dilanda perang meskipun ada gencatan senjata.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Israel telah melanggar gencatan senjata yang mulai berlaku pada bulan Oktober lebih dari 2.800 kali, menewaskan ratusan orang dan menghalangi masuknya bantuan yang sangat dibutuhkan.
Pasukan Israel telah membunuh lebih dari 870 warga Palestina sejak gencatan senjata, termasuk lebih dari 300 anak-anak, perempuan, dan lansia.
Lebih dari 72.700 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel sejak genosida dimulai pada 7 Oktober 2023.
Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, mengutuk serangan Israel baru-baru ini di Jalur Gaza, dengan mengatakan bahwa “pola pembunuhan yang tak henti-hentinya” mencerminkan impunitas Israel yang meluas. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic