Quneitra, MINA — Serbuan Zionis Israel di Suriah selatan kembali menargetkan warga sipil, dengan sejumlah penduduk dilaporkan ditahan tanpa dakwaan dan proses hukum dalam serangan militer yang terus berlangsung di wilayah perbatasan, khususnya di provinsi Quneitra dan Daraa.
Mengutip Middle East Monitor pada Kamis (25/12), salah satu korban penahanan, Ali Abdullah (20), mengungkapkan bahwa dirinya ditangkap dalam serbuan pasukan Zionis Israel ke desa Ma’ariya, Suriah selatan, pada akhir Juni lalu.
Ia kemudian dibawa ke wilayah jajahan Israel dan ditahan selama lebih dari lima bulan tanpa dakwaan resmi.
Abdullah mengatakan, selama ditahan ia dipindahkan ke beberapa penjara Zionis Israel, termasuk Sde Teiman di Gurun Negev dan Ofer Prison di Tepi Barat, serta menjalani interogasi berulang.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
“Saya tidak pernah diberi tahu alasan penahanan atau tuduhan apa pun,” ujarnya usai dibebaskan.
Laporan lapangan menyebutkan, serbuan Zionis Israel di Suriah selatan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Sedikitnya 40 warga sipil dilaporkan ditahan dalam operasi yang dilakukan pasukan Zionis Israel di sejumlah desa Quneitra, sering kali pada malam hari dan tanpa surat perintah.
Selain penahanan, pasukan Zionis Israel juga dilaporkan mendirikan pos pemeriksaan sementara, melakukan penggeledahan rumah, serta menahan warga sipil secara acak, yang memicu ketakutan dan kecemasan di kalangan penduduk setempat.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Data terbaru menunjukkan, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, terjadi puluhan serbuan darat Zionis Israel ke wilayah Suriah selatan, sebagian di antaranya disertai penangkapan warga sipil tanpa proses hukum yang jelas.
Kelompok pembela hak asasi manusia menilai serbuan Zionis Israel dan penahanan warga sipil Suriah tanpa dakwaan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Konvensi Jenewa.
Mereka menuntut penghentian serangan militer lintas batas serta pembebasan seluruh warga sipil yang ditahan secara sewenang-wenang.
Serbuan Zionis Israel di Suriah selatan terus menjadi sorotan internasional, terutama karena dampaknya terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata namun menjadi korban penahanan tanpa kepastian hukum.[]
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic