Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siswi Palestina Korban Perang Gaza Raih Emas di Olimpiade Matematika Brasil

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 9 Juli 2026 - 10:37 WIB

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:37 WIB

13 Views

Mahasiswi Palestina Tala Mohammed Awad memenangkan medali emas di OMASP 2026 di São Paulo, Brasil, pada Juni 2026. (Foto: Mohammed Awad)
Mahasiswi Palestina Tala Mohammed Awad memenangkan medali emas di OMASP 2026 di São Paulo, Brasil, pada Juni 2026. (Foto: Mohammed Awad)

Sao Paulo, MINA – Tala Mohammed Awad, siswi Palestina berusia 15 tahun yang selamat dari perang Israel di Gaza, meraih medali emas dalam Olimpiade Matematika untuk Sekolah Umum di Negara Bagian São Paulo, Brasil.

Seperti dikutip dari Middle East Monitor (MEMO), Kamis (9/7), Tala menjuarai kompetisi yang dikenal dengan nama OMASP 2026 itu setelah mengalahkan peserta lain dari sekolah-sekolah negeri di seluruh São Paulo.

Sejak tiba di Brasil, Tala belajar bahasa Portugis dengan cepat dan beradaptasi dengan sistem pendidikan yang baru. Ia meraih emas pada Fase II kompetisi yang berlangsung pada 19-21 Mei 2026, yang membuatnya lolos ke babak tingkat negara bagian berikutnya. OMASP sendiri adalah ajang bergengsi di São Paulo untuk mendorong siswa sekolah negeri mengasah kemampuan matematika.

OMASP Fase III akan berlangsung pada 6 Agustus 2026.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Keberhasilan Tala menarik perhatian karena latar belakangnya sebagai anak Gaza yang selamat dari perang, pindah ke Brasil, dan belajar bahasa baru.

Dalam wawancara dengan MEMO, Tala mengaku sangat bahagia dan tidak percaya saat pertama kali tahu hasilnya. Ia merasa semua kerja keras dan dukungan orang tuanya membuahkan hasil.

Tala mengatakan medali emas ini bukan sekadar prestasi akademik, tetapi juga simbol ketahanan dan identitasnya sebagai anak Palestina. Ia tidak menyangka bisa berdiri di negara lain dan meraih penghargaan seperti ini. Ia merasa tidak hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga Palestina dan semua anak Palestina yang bermimpi untuk sukses.

Ia mengakui kesulitan beradaptasi dengan bahasa Portugis pada awalnya, tetapi guru dan teman-temannya banyak membantu. Orang tuanya juga terus mendorongnya untuk belajar dan tidak menyerah. Seiring waktu, ia mulai mengerti dan segalanya menjadi lebih mudah.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Tala berpesan kepada anak-anak Gaza agar tidak pernah kehilangan harapan. Ia tahu perang sangat berat karena ia mengalaminya sendiri, tetapi anak-anak Gaza harus terus bermimpi dan giat belajar karena kesuksesan bisa diraih meskipun dalam keadaan sulit.

Ayah Tala, Mohammed Awad, mengatakan keluarga menerima kabar itu dengan tangis bahagia. Ia merasa bangga karena putrinya tidak hanya memenangkan medali, tetapi juga mengembalikan kegembiraan yang sempat hilang akibat perang. Ia mengenang ketakutan mereka di Gaza dan betapa putrinya kini berdiri dengan kepala tegak setelah melewati ketakutan dan kehancuran.

Awad mengatakan Tala perlahan pulih dari trauma perang dan membangun kembali rasa percaya dirinya. Di Gaza, perang merampas masa kecil anak-anak, tetapi di Brasil, Tala menemukan ruang aman untuk belajar dan berkembang.

Ia juga mengenang perjalanan keluar dari Gaza sebagai pengalaman yang sangat berat. Mereka meninggalkan rumah dan kehidupan lama, tetapi Brasil memberi mereka kesempatan untuk menyelamatkan anak-anak dari kematian. Meski memulai dari nol, Awad bersyukur keluarganya masih selamat.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Meski kini tinggal di Brasil, Awad menegaskan bahwa Palestina tetap menjadi identitas mereka. Mereka membesarkan Tala untuk bangga sebagai anak Palestina dan selalu mengingatkannya bahwa kesuksesannya juga milik Palestina. Mereka ingin anak-anak mereka sukses di Brasil, tetapi tetap setia pada akar dan perjuangan bangsanya.

Awad berpesan kepada rakyat Gaza bahwa meskipun perang telah merenggut banyak hal, perang tidak merenggut martabat dan kemampuan untuk hidup. Tala membuktikan bahwa anak dari Gaza bisa bangkit dari reruntuhan dan mengubah ketakutan menjadi prestasi.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Rekomendasi untuk Anda