Yahudi Bukan Pemilik Tanah Palestina, Situs Prasejarah Ditemukan di Jaljulia

Situs di Palestina (Quds Press)

 

Al-Quds, MINA – Ilmuwan Israel telah menemukan sebuah situs arkeologi yang berasal dari 500 ribu tahun lalu, yang membentang seluas lebih dari 10 hektar, di dekat kota Jaljulia, Palestina.

Arkeolog dari Otoritas Kepurbakalaan Israel dan Departemen Arkeologi di Universitas Tel Aviv menemukan ratusan ribu artefak di situs tersebut, ratusan di antaranya “buatan tangan”, yang menandai Zaman Batu. Kantor Berita MINA memberitakan dari sumber Quds Press, Ahad (7/1/2017).

“Situs ini sangat penting dan mengejutkan, dan ini adalah surga pada zaman prasejarah. Segala sesuatu yang dibutuhkan orang untuk tinggal pada saat itu tersedia di sini,” kata Kepala Departemen Arkeologi di Universitas Tel Aviv, Profesor Ran Barkai.

Dia menunjukkan, situs tersebut “jarang dianggap” sebagai situs dari periode tersebut.

Sementara itu Jihad Abu Raya, seorang pengacara Palestina dan Ketua Asosiasi Perempuan Palestina, mengatakan bahwa situs arkeologi tersebut “membuktikan bahwa orang-orang Yahudi bukanlah pemilik tanah ini sebagaimana mereka klaim, dan bahwa banyak orang telah mendiami Palestina selama ratusan ribu tahun. ”

Dalam sebuah wawancara dengan Quds Press, Abu Raya mencatat bahwa “orang-orang Yahudi terus melakukan penggalian untuk menemukan jejak keberadaan mereka. Mereka tidak peduli bagaimana mereka menggali, tidak peduli apa yang mereka cari. Namun, mereka tidak akan menemukan bukti bahwa negara ini adalah negara mereka.”

Aktivis isu tanah dan warisan budaya, tanpa mneyebut nama, memperingatkan bahwa deklarasi pendudukan penemuan arkeologi “adalah pengantar untuk mencapai tujuan tersembunyi”.

Dia menambahkan,”Pendudukan selalu mengejutkan kita dengan hal-hal baru, dan kami khawatir pengumuman mereka hari ini tentang penemuan ini adalah awal dari Yahudisasi daerah yang dihuni orang-orang Palestina dari tempat pendudukan. Nantii akan muncul pernyataan penyitaan lahan dan kontrol dengan menargetkan rumah-rumah warga Palestina di wilayah tersebut.” (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)