Al-Quds, MINA – Imam Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri memperingatkan tentang meningkatnya bahaya yang mengancam Masjid Al-Aqsa dan menyerukan kepada warga Arab serta Muslim untuk mengambil tindakan segera guna melindungi tempat-tempat suci Islam di Al-Quds (Yerusalem).
Dalam pernyataan yang dilaporkan oleh Sanad News Agency, Selasa (26/5), Sabri mengatakan Masjid Al-Aqsa menghadapi ancaman yang semakin serius karena tindakan pasukan penjajah Israel dan para pemukim ekstremis Yahudi yang terus berlangsung di dalam kompleks masjid.
Ia secara khusus mengecam insiden Jumat lalu, di mana sekelompok pemukim memasuki kompleks masjid dan melakukan ritual keagamaan yang terkait dengan hari raya Yahudi Shavuot. Sabri menggambarkan peristiwa itu sebagai tindakan berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut laporan, enam pemukim memasuki kompleks melalui gerbang Bab al-Ghawanima setelah Shalat Asar. Mereka menyerang salah seorang penjaga masjid lalu bergerak menuju Kubah Shakhra sambil membawa sesembahan roti ritual yang terkait dengan hari raya tersebut.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Dalam pernyataan terkait, peneliti urusan Yerusalem, Abdullah Marouf, memperingatkan potensi bahaya kebakaran di dalam kompleks Al-Aqsa akibat penumpukan rumput kering di area pertanian.
Marouf mengatakan polisi Israel mencegah Waqf Islam Yerusalem untuk memotong rumput, meskipun pertumbuhan rumput tahun ini sangat lebat akibat hujan musiman dan penutupan berkepanjangan selama musim semi.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut seputar akses dan kontrol atas tempat-tempat suci di Yerusalem.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic