Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tasnim: Negosiator Iran dan AS di Tahap Bertukar Pesan Teks

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Ahad, 12 April 2026 - 01:59 WIB

Ahad, 12 April 2026 - 01:59 WIB

4 Views

Meja perundingan AS-Iran di Islamabad, Sabtu, 11 April 2026. (Foto: Tasnim)

Islamabad, MINA – Satu fase negosiasi tatap muka antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan di Islamabad telah selesai, dan kedua delegasi saat ini sedang bertukar teks.

Koresponden Tasnim mengatakan pada Sabtu malam (11/4) bahwa satu fase negosiasi tatap muka telah berakhir. Ia mencatat bahwa kedua delegasi sedang bertukar teks.

Ia mengatakan, tim ahli dari delegasi negosiasi Iran dan Amerika, yang telah terlibat dalam pembicaraan selama beberapa jam pada Sabtu, setelah menyelesaikan satu fase diskusi tatap muka, sedang bertukar teks tertulis mengenai topik yang dibahas.

Setelah pembunuhan mendiang Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan beberapa komandan militer pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran. Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melakukan serangan terhadap posisi Amerika dan Israel di wilayah tersebut dan wilayah pendudukan.

Baca Juga: Hamas Puji Global Sumud Flotilla untuk Menembus Blokade Israel di Gaza

Dalam upaya untuk meredakan situasi, mediasi Pakistan menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan pada tanggal 8 April, yang memungkinkan negosiasi di Islamabad.

Iran telah menyusun rencana sepuluh poin untuk pembicaraan tersebut, yang mencakup tuntutan penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi, dan kendali atas Selat Hormuz yang strategis.

Pemerintah Iran mempertahankan sikap tidak percaya terhadap AS, menegaskan bahwa negosiasi tersebut bukan untuk menyelesaikan konflik, tetapi lebih untuk menggeser medan pertempuran ke arena diplomatik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Biaya Energi Uni Eropa

Rekomendasi untuk Anda