Dili, MINA – Pemerintah Timor-Leste menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari menyusul wafatnya mantan Presiden Francisco Guterres, tokoh penting perjuangan kemerdekaan negara tersebut. Keputusan itu diumumkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya bagi bangsa Timor-Leste.
Francisco Guterres, yang dikenal luas dengan nama perjuangan “Lu Olo”, meninggal dunia pada Ahad (21/6) dalam usia 71 tahun di sebuah pusat medis di Kuala Lumpur, Malaysia. Kantor berita Timor Leste Tatoli melaporkan, Senin (22/6)
Hingga kini, pihak keluarga belum mengumumkan secara rinci penyebab wafatnya mantan kepala negara yang memimpin Timor-Leste pada periode 2017–2022 tersebut.
Sebagai penghormatan nasional, pemerintah memerintahkan bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh gedung pemerintahan serta perwakilan diplomatik Timor-Leste di luar negeri selama masa berkabung berlangsung.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Langkah itu mencerminkan besarnya peran Guterres dalam perjalanan sejarah negara yang meraih kemerdekaan penuh pada 2002.
Guterres merupakan salah satu tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Timor-Leste dari pendudukan Indonesia pada 1975–1999.
Setelah referendum yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1999, ia berperan dalam proses transisi menuju kemerdekaan, termasuk memimpin Majelis Konstituante yang menyusun konstitusi negara dan kemudian menjadi Ketua Parlemen Nasional pertama Timor-Leste.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk pemimpin negara sahabat dan tokoh politik Timor-Leste.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Partai Fretilin yang pernah dipimpinnya menyebut wafatnya Guterres sebagai kehilangan besar bagi bangsa, seraya mengenang dedikasinya dalam memperjuangkan demokrasi, persatuan nasional, dan perdamaian.
Gutteres dianggap sebagai salah satu figur yang berperan menjaga stabilitas politik dan mendorong rekonsiliasi nasional pada masa-masa awal pembentukan negara. Prosesi pemakaman kenegaraan dijadwalkan akan diumumkan pemerintah dalam waktu dekat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic