Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Dikabarkan Setujui Pencairan Aset Iran Senilai US$24 Miliar

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 14 Juni 2026 - 10:03 WIB

Ahad, 14 Juni 2026 - 10:03 WIB

36 Views ㅤ

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei (foto: Rehrantimes)

Teheran, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah menyetujui pencairan aset Iran senilai US$24 miliar yang selama ini dibekukan, menurut pernyataan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei.

Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Washington yang mengonfirmasi langkah tersebut. Tasnim melaporkan, Ahad (14/6).

Rezaei menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah acara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya. Ia mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam komunikasi antara Teheran dan Washington di tengah upaya kedua negara untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri konflik serta membuka jalan bagi pembahasan pencabutan sanksi ekonomi.

Pernyataan Rezaei muncul hanya beberapa hari setelah ia menegaskan bahwa pencairan dana beku Iran menjadi salah satu isu utama yang menghambat perundingan.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Menurutnya, Iran menginginkan akses terhadap dana tersebut sebagai bagian dari langkah membangun kepercayaan sebelum kesepakatan yang lebih luas dapat diwujudkan.

Meski demikian, sejumlah pernyataan dari pihak Amerika Serikat sebelumnya menunjukkan sikap yang berbeda. Trump pada awal Juni menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan mencairkan aset Iran ataupun mencabut sanksi sebelum kesepakatan damai benar-benar tercapai dan dijalankan oleh Teheran.

Sumber-sumber yang mengetahui jalannya negosiasi menyebutkan pembahasan mengenai dana beku Iran merupakan salah satu aspek paling rumit dalam perundingan.

Iran dilaporkan menginginkan pencairan dana secara bertahap, sementara Washington mengaitkan pelepasan aset tersebut dengan pemenuhan sejumlah komitmen yang harus dilaksanakan oleh Teheran.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Jika benar direalisasikan, pencairan aset senilai US$24 miliar akan menjadi salah satu konsesi ekonomi terbesar dalam hubungan AS-Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah itu juga berpotensi menjadi bagian penting dari paket kesepakatan yang tengah dirundingkan, termasuk penghentian konflik, stabilitas kawasan Teluk, dan pembahasan lanjutan mengenai program nuklir Iran.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Internasional
Internasional
MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA