Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Disebut Siapkan Opsi Serangan Militer terhadap Kuba Setelah Tekanan Ekonomi Gagal

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 19 Mei 2026 - 17:24 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:24 WIB

28 Views ㅤ

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel.(Foto: Ist)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin serius mempertimbangkan opsi militer terhadap Kuba setelah strategi tekanan ekonomi Washington dinilai gagal memaksa Havana mengikuti tuntutan politik Amerika Serikat.

Laporan tersebut diungkap sejumlah sumber internal pemerintahan AS yang dikutip media Politico dan Anadolu Agency, Selasa (19/5).

Menurut sumber tersebut, Gedung Putih awalnya meyakini Kuba berada dalam posisi lemah sehingga kombinasi sanksi ekonomi ketat, embargo minyak, dan tekanan geopolitik terhadap sekutu Havana akan memaksa pemerintah Kuba berkompromi dengan Washington.

Namun, perkembangan situasi dinilai tidak berjalan sesuai harapan, sementara pemerintahan Kuba tetap bertahan di tengah krisis ekonomi yang semakin berat.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Laporan itu menyebut suasana di lingkaran pemerintahan Trump mulai berubah dalam beberapa pekan terakhir. Presiden AS bahkan disebut beberapa kali memberi sinyal bahwa Kuba dapat menjadi target berikutnya setelah operasi militer Washington di kawasan Timur Tengah.

Trump juga dikabarkan mempertimbangkan pengerahan kekuatan laut dan peningkatan tekanan militer di sekitar kawasan Karibia.

Di sisi lain, pemerintah Kuba menegaskan siap mempertahankan kedaulatan negaranya dari segala bentuk agresi asing.

Duta Besar Kuba untuk AS Lianys Torres Rivera mengatakan Havana tidak menginginkan konflik bersenjata, tetapi akan memberikan perlawanan jika terjadi serangan militer.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Pemerintah Kuba juga menuding blokade ekonomi dan embargo minyak AS sebagai penyebab utama memburuknya krisis bahan bakar dan pemadaman listrik di negara tersebut.

Situasi Kuba dalam beberapa bulan terakhir memang semakin memburuk akibat kelangkaan bahan bakar, krisis listrik, dan tekanan ekonomi berkepanjangan.

Sejumlah negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Uruguay bahkan mulai mengirim bantuan kemanusiaan ke Havana untuk membantu masyarakat Kuba yang terdampak krisis pangan dan energi.

Pengamat geopolitik menilai meningkatnya wacana opsi militer terhadap Kuba berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Hubungan Washington-Havana sendiri telah berlangsung tegang selama puluhan tahun sejak Revolusi Kuba 1959 dan era Perang Dingin.

Jika eskalasi terus meningkat, situasi tersebut dikhawatirkan akan memperburuk stabilitas regional di tengah memanasnya konflik global yang juga melibatkan Iran, Venezuela, dan sejumlah kawasan strategis lainnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Dunia Islam