Washington, MINA – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan Ford Motor Company untuk mengurangi bahkan memutus ketergantungannya terhadap sejumlah perusahaan China, dengan alasan kerja sama tersebut menyangkut kepentingan ekonomi dan keamanan nasional Amerika Serikat.
Tekanan itu disampaikan Menteri Transportasi AS Sean Duffy melalui surat kepada CEO Ford Jim Farley baru-baru ini Duffy meminta Ford memutus hubungan dengan sejumlah perusahaan China, termasuk produsen baterai CATL serta perusahaan otomotif Geely dan BYD. Anadolu melaporkan, Sabtu (12/9).
Duffy secara khusus menyoroti penggunaan teknologi berlisensi dari CATL di fasilitas produksi baterai Ford di Marshall, Michigan. Menurutnya, ketergantungan terhadap teknologi China dapat mengancam upaya Amerika Serikat membangun kemandirian teknologi dan rantai pasok strategis.
Pemerintah AS juga mempersoalkan kerja sama Ford dengan Geely untuk mengembangkan kendaraan rendah dan tanpa emisi di pabrik Ford di Valencia, Spanyol. Selain itu, Duffy mengkritik keputusan Ford yang baru akan memindahkan produksi sejumlah model Lincoln dari China ke Amerika Serikat pada 2030.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Ford membantah kritik tersebut. Perusahaan menyatakan fasilitas baterai di Michigan sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan Ford serta menggunakan tenaga kerja Amerika. Ford juga menyebut kerja sama dengan CATL merupakan lisensi teknologi, bukan kepemilikan bersama atas fasilitas tersebut.
Ketegangan itu mendapat dukungan dari sejumlah anggota Partai Republik di Kongres. Namun, sikap pemerintahan Trump tidak sepenuhnya seragam. Gedung Putih sebelumnya memuji Ford sebagai perusahaan Amerika yang meningkatkan investasi domestik dan membawa kembali produksi ke Amerika Serikat.
Perselisihan tersebut berlangsung ketika Washington meningkatkan tekanan terhadap industri otomotif China. Kongres AS juga tengah mendorong pembatasan lebih ketat terhadap kendaraan dan perusahaan otomotif China yang masuk ke pasar Amerika.
Sementara itu, Presiden Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir September. Perbedaan pandangan mengenai kerja sama Ford dengan perusahaan China menunjukkan rumitnya kebijakan Washington dalam menghadapi China, antara kepentingan keamanan nasional, persaingan industri, dan kebutuhan perusahaan Amerika untuk tetap kompetitif secara global. []
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic