Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Prediksi Operasi Militer ke Iran Selesai dalam Sebulan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 2 Maret 2026 - 21:56 WIB

Senin, 2 Maret 2026 - 21:56 WIB

13 Views ㅤ

Presiden AS Donald Trump (Gambar: X)

Washington, D.C. MINA – Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer yang dipimpin Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran kemungkinan akan berjalan sekitar sebulan atau kurang.

Pernyataan ini diungkapkan Trump dalam wawancara dengan media asing, sebagai gambaran tentang durasi kampanye militer yang kini tengah berlangsung. Anadolu melaporkan, Senin (2/3)

“Kami memperkirakan ini akan menjadi proses empat pekan, karena Iran adalah negara besar dan kuat,” ujarnya.

Dalam wawancara yang sama, Trump mengakui bahwa konflik ini telah menimbulkan korban di pihak AS, termasuk kematian tiga personel militer Amerika yang tewas dalam pertempuran awal.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Ia menyebut bahwa lebih banyak korban kemungkinan akan terjadi sebelum operasi berakhir, namun tetap menekankan tujuan strategis dari kampanye tersebut.

Pernyataan Trump juga menunjukkan bahwa meskipun operasi militer masih berlangsung, ia tidak menutup kemungkinan pembicaraan diplomatik di masa depan.

Trump menyebut bahwa Iran “ingin berdialog”, namun menyatakan bahwa pembicaraan itu seharusnya dilakukan lebih awal jika memang menjadi opsi penyelesaian konflik.

Respons internasional terhadap pernyataan Trump beragam. Beberapa sekutu AS mendesak agar kekerasan tidak berkepanjangan dan menekankan pentingnya diplomasi, sementara kritik di berbagai belahan dunia memperingatkan bahwa konflik yang diproyeksikan hanya beberapa minggu bisa saja berubah menjadi keterlibatan yang lebih panjang dan kompleks.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam setelah serangan udara bersama antara Amerika Serikat dan Israel menarget fasilitas militer strategis di Iran, termasuk yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan balasan yang menarget pangkalan militer AS serta sekutu di kawasan Teluk, memicu eskalasi konflik yang berdampak luas terhadap stabilitas regional dan global. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Internasional
Internasional
Internasional
Internasional