Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Tetap Jual Jet F-35 ke Turkiye Meski Ditentang Netanyahu

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 28 Juli 2026 - 09:49 WIB

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:49 WIB

29 Views ㅤ

Ilustrasi: Pesawat AS (Foto: War Pulse)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tetap membuka peluang penjualan jet tempur siluman F-35 kepada Turki meskipun mendapat penolakan keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sikap Trump memperlihatkan perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv mengenai keseimbangan kekuatan militer di kawasan Timur Tengah. Anadolu melaporkan, Selasa (28/7).

Netanyahu kembali menyampaikan keberatannya dalam pertemuan dengan Trump di Washington. Menurut Netanyahu, jika Turki memperoleh pesawat tempur generasi kelima tersebut, maka keunggulan militer Israel di kawasan dapat terancam.

Namun, Trump menegaskan bahwa keputusan penjualan persenjataan merupakan bagian dari kebijakan strategis Amerika Serikat dan tidak akan ditentukan oleh keberatan dari negara lain.

Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel

Trump juga menilai hubungan Amerika Serikat dengan Turki di bawah Presiden Recep Tayyip Erdoğan perlu diperkuat kembali. Pemerintah AS memandang Ankara sebagai sekutu penting dalam NATO yang memiliki posisi strategis di kawasan Eropa, Laut Hitam, dan Timur Tengah.

Karena itu, Washington mulai membuka kembali pembahasan kerja sama pertahanan, termasuk kemungkinan mengakhiri pembatasan yang selama ini diberlakukan terhadap Turki.

Turki dikeluarkan dari program F-35 pada 2019 setelah membeli sistem pertahanan udara Rusia S-400, yang dinilai Washington berpotensi membahayakan keamanan teknologi pesawat tempur tersebut.

Selain dikeluarkan dari program produksi bersama, Ankara juga dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan kedua negara mulai mencair sehingga pembahasan mengenai kemungkinan penjualan F-35 kembali mengemuka.

Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi

Bagi Israel, keberadaan F-35 di tangan Turki dinilai dapat mengubah keseimbangan militer di Timur Tengah. Selama ini Israel merupakan satu-satunya negara di kawasan yang mengoperasikan F-35 secara penuh dan menjadikannya sebagai salah satu tulang punggung kekuatan udaranya.

Kekhawatiran Tel Aviv juga dipengaruhi hubungan Turki yang kerap bersitegang dengan Israel, terutama terkait konflik di Jalur Gaza dan dukungan Ankara terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Pengamat menilai perbedaan sikap antara Trump dan Netanyahu mengenai penjualan F-35 menjadi sinyal bahwa kepentingan strategis Washington tidak selalu sejalan dengan Israel.

Di tengah meningkatnya ketegangan pascakonflik Iran, keputusan akhir mengenai penjualan jet tempur tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting yang memengaruhi dinamika keamanan dan hubungan diplomatik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu mendatang.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda