Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Tuding Putin Turut Bantu Iran Hadapi Serangan AS dan Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 15 Maret 2026 - 07:09 WIB

Ahad, 15 Maret 2026 - 07:09 WIB

67 Views ㅤ

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (belakang) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (depan). (Foto: X.)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dugaan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan bantuan kepada Iran dalam konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara radio ketika ditanya mengenai peran Rusia di tengah perang yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah. Daily Sabah melakprkan, Ahad (15/3).

Trump mengatakan ia menilai Putin “mungkin membantu sedikit” Iran dalam menghadapi tekanan militer dari Washington dan Tel Aviv. Ia juga menyebut kemungkinan Rusia melakukan hal itu sebagai bentuk respons terhadap dukungan Amerika Serikat kepada Ukraina dalam perang melawan Moskow.

Sejumlah laporan media Barat juga menyebutkan dugaan bahwa Rusia memberikan bantuan intelijen kepada Iran terkait posisi pasukan atau aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Informasi tersebut diduga dapat digunakan Iran untuk menentukan target serangan terhadap kepentingan militer AS selama konflik berlangsung.

Perang antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel sendiri pecah sejak 28 Februari 2026 setelah kedua negara itu melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran.

Agresi militer tersebut memicu serangan balasan Iran dengan rudal dan drone ke berbagai target di Israel dan beberapa negara di kawasan Teluk.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, sejumlah negara besar dunia mulai terlibat secara tidak langsung melalui dukungan politik, militer, maupun intelijen kepada pihak-pihak yang bertikai.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi persaingan geopolitik yang lebih luas antara blok negara besar.

Para analis internasional menilai jika keterlibatan negara seperti Rusia benar terjadi, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi menjadi krisis global yang lebih kompleks.

Ketegangan tersebut juga telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan Timur Tengah, jalur energi internasional, serta perekonomian global yang sangat bergantung pada kawasan tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda