DI ANTARA amalan utama yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulhijjah adalah Puasa Arafah, yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan yang luar biasa, hingga para ulama menyebutnya sebagai “rajanya puasa sunnah”.
Mengapa Dinamakan Puasa Arafah?
Dinamakan Puasa Arafah karena pada tanggal 9 Dzulhijjah inilah seluruh jamaah haji dari berbagai penjuru dunia sedang melaksanakan puncak ibadah haji, yaitu wuquf di Padang Arafah. Di sana, di bawah terik matahari yang menyengat, jutaan manusia berdiam diri, berdoa, menangis, dan mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan atas segala dosa.
Sementara para jamaah haji sibuk berwukuf, umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang berhaji dianjurkan untuk menyambut hari yang mulia ini dengan puasa sunnah. Inilah bentuk solidaritas spiritual yang unik: jamaah haji beribadah dengan jasadnya di tanah suci, sementara umat lainnya turut serta dengan berpuasa di kampung halaman.
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
Menghapus Dosa Dua Tahun
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
“Puasa Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
Subhanallah. Sungguh karunia yang tak terbayangkan. Hanya dengan menahan lapar dan dahaga sehari penuh, dosa dua tahun, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang—diampuni oleh Allah Yang Maha Pengampun.
Makna Menghapus Dosa Dua Tahun
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan penghapusan dosa dua tahun adalah penghapusan dosa-dosa kecil (al-dzunub al-shaghair). Adapun dosa besar, memerlukan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh) selain puasa Arafah.
Para ulama memberikan beberapa pemaknaan yang saling melengkapi:
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
- Pertama, Dosa-dosa setahun yang lalu akan diampuni, dan Allah akan menjaga orang yang berpuasa tersebut dari melakukan dosa di tahun yang akan datang.
- Kedua, Orang yang berpuasa Arafah akan diberi petunjuk pada tahun yang akan datang untuk terjaga dari dosa-dosa besar. Ini pun dinamakan “penghapusan”.
- Ketiga, Jika orang yang berpuasa Arafah melakukan dosa di tahun yang akan datang, maka Allah akan memberinya petunjuk untuk melakukan amalan yang dapat menghapus dosa-dosa tersebut.
Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ash-Shan’ani dalam kitab Subulus Salam, kesemuanya mengacu pada satu makna bahwa puasa Arafah adalah amalan agung yang membawa keberkahan dan pengampunan yang melimpah.
Hari Terbanyak Pembebasan dari Api Neraka
Tidak hanya keutamaan penghapusan dosa, Hari Arafah juga merupakan hari di mana Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibanding hari-hari lainnya sepanjang tahun.
Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُوْ ثُمَّ يُبَاهِيْ بِهِمْ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُوْلُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
“Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan di Hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat (kepada hamba-Nya) dan berbangga di hadapan para malaikat seraya berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?'” (HR Muslim).
Imam An-Nawawi mengatakan bahwa hadits ini dengan tegas menunjukkan keutamaan Hari Arafah, sebagai hari yang paling agung dalam setahun, bahkan lebih utama daripada hari-hari lainnya termasuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah secara keseluruhan.
Mengingat hari Arafah hanya datang setahun sekali. Siapa yang menjumpainya tetapi tidak mengisinya dengan amalan baik, terutama puasa Arafah, maka ia telah kehilangan keberkahan yang besar.
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
Amalan Lain yang Dianjurkan
Selain puasa, berikut amalan yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah:
- Memperbanyak doa, terutama doa yang ma’tsur (dicontohkan Rasulullah).
- Memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil.
- Memperbanyak takbir setelah shalat wajib dimulai sejak shalat Subuh hari Arafah hingga tanggal 13 Dzulhijjah setelah shalat Ashar.
- Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas segala dosa.
- Bersedekah kepada fakir miskin dan yang membutuhkan, terutama membantu saudara-saudara kita di Palestina yang sangat-sangat memerlukan bantuan.
- Membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya
Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan kesempatan kepada kita untuk dapat melaksanakan puasa Arafah, dan Allah menerima amal ibadah kita, serta mengampuni segala dosa-dosa kita. Aamiin, ya Rabbal ‘alamin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan
















Mina Indonesia
Mina Arabic