Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Respons Gencatan Senjata Amerika-Israel dengan Iran, AWG Tekankan Pengawasan Internasional 

Arina Islami Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 10 April 2026 - 16:04 WIB

Jumat, 10 April 2026 - 16:04 WIB

11 Views ㅤ

Ketua Presidium Aqsa Working Group Muhammad Anshorullah saat berorasi di depan Kedubes AS Jakarta dalam Aksi Jumat untuk Palestina edisi 42. (Foto: AWG)

Jakarta, MINA – Organisasi pergerakan Aqsa Working Group (AWG) mengeluarkan pernyataan sikap sebagai respons atas gencatan senjata antara Amerika dan Israel dengan Iran seraya menekankan pengawasan internasional terhadap implementasi kesepakatan tersebut.

“AWG menegaskan bahwa gencatan senjata harus diawasi secara ketat oleh komunitas internasional agar tidak dikhianati. Zionis Israel selama ini merupakan entitas yang tidak berkomitmen terhadap perjanjian dan perdamaian, sebagaimana terbukti dari berbagai pelanggaran gencatan senjata sebelumnya, termasuk di Gaza,” kata Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah dalam pernyataan tertulis yang diterima MINA, Jumat (10/4).

AWG turut menyambut baik kesepakatan gencatan senjata tersebut dan mengapresiasi Pakistan yang berperan sebagai mediator antara tiga negara yang berkonflik itu.

Meski demikian, AWG mengutuk keras tindakan Zionis Israel ke Lebanon pada hari pertama gencatan senjata diberlakukan.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

“Mengutuk sekeras-kerasnya serangan udara yang dilakukan oleh Zionis Israel di Lebanon pada hari pertama gencatan senjata yang mengakibatkan ratusan korban sipil, termasuk anak-anak, sebagai bentuk kejahatan genosida dan pelanggaran berat terhadap kemanusiaan. Zionis Israel harus diadili dan diseret ke Mahkamah Internasional,” tegas Anshorullah.

Lebih lanjut, AWG memberikan ucapan selamat kepada Republik Islam Iran yang dinilai telah mencapai kemenangan setelah perang melawan Amerika-Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026.

“AWG menyampaikan ucapan selamat kepada pemimpin dan rakyat Iran atas tercapainya gencatan senjata, serta menilai hal ini sebagai tanda kemenangan atas agresi Amerika dan Zionis Israel yang gagal mencapai tujuannya. Dukungan dunia terhadap Iran juga menunjukkan peningkatan yang signifikan,” ucap Anshorullah.

Di akhir pernyataan sikap AWG, Anshorullah menyerukan persatuan umat Islam di seluruh dunia untuk fokus terhadap persoalan Palestina khususnya Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Meski akses ke situs suci umat Muslim itu telah dibuka oleh Zionis Israel setelah kurang lebih 40 hari penutupan total, AWG mengingatkan bahwa kendali Masjid Al-Aqsa masih berada di bawah otoritas penjajah Zionis Israel.

“AWG menyerukan persatuan umat Islam dan perhatian dunia terhadap Palestina, terutama setelah dibukanya Masjid Al-Aqsa. Umat Islam patut bersyukur dan berbahagia, namun tidak boleh lengah, karena realitas saat ini menunjukkan bahwa buka-tutup akses Masjid Al-Aqsa masih berada di bawah kendali penjajah Zionis Israel, yang pada hakikatnya tidak memiliki hak sedikit pun atas Masjid Al-Aqsa,” pungkas Anshorullah.

Amerika Serikat (AS) dan Iran, hari Rabu lalu menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua pekan ke depan dan akan memulai perundingan damai di Islamabad, Pakistan, Jum’at (10/4).

Konflik yang dimulai sejak 28 Februari itu telah memakan banyak korban sipil dan mempengaruhi ekonomi dunia, terutama saat Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas invasi Amerika dan Zionis Israel.

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Gencatan senjata bersyarat antara Amerika Serikat-Iran yang melibatkan Zionis Israel dilaporkan berlaku mulai Rabu, 8 April 2026, untuk durasi dua pekan, namun langsung diwarnai tuduhan pelanggaran.

Iran menyebut Zionis Israel melakukan serangan udara di Lebanon Selatan pada hari pertama pemberlakuan gencatan senjata.

AS mengeklaim Lebanon tidak termasuk dalam syarat kesepakatan gencatan senjata. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina

Rekomendasi untuk Anda