Ankara, MINA – Turkiye merancang lima jalur alternatif untuk pengiriman minyak dan gas yang dapat menghindari Selat Hormuz, sebagai respons atas gangguan rute utama energi global akibat konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada jalur laut strategis yang saat ini mengalami ketidakpastian operasi. Anadolu melaporkan, Sabtu (4/4).
Ankara menyatakan, proposal jalur alternatif mencakup kombinasi koridor darat dan laut yang melewati beberapa negara tetangga, termasuk Irak dan Suriah, serta opsi yang memanfaatkan koridor Suez–Laut Merah.
Selain itu, jalur yang memutar lebih jauh melalui Asia Selatan dan Afrika juga sedang dipertimbangkan.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Diversifikasi rute ini dipandang penting karena Selat Hormuz yang biasa menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak global telah mengalami gangguan signifikan akibat eskalasi konflik antara Iran dengan AS.
Selain mempertimbangkan rute darat melalui negara tetangga, Turkiye juga menilai opsi yang melibatkan jalur pipa energi yang memperkuat konektivitas regional telah kembali menarik perhatian.
Negara‑negara Teluk Arab selama beberapa pekan terakhir meninjau kemungkinan mempercepat pemanfaatan proyek pipa yang dapat menghindari ketergantungan pada selat tersebut.
Upaya Turkiye muncul di tengah laporan bahwa sejumlah kapal tanker milik Oman juga mulai menggunakan rute alternatif di sekitar perairan Selat Hormuz untuk mengurangi risiko operasi di jalur utama. Hal ini menjadi indikator bahwa aktor maritim regional semakin adaptif terhadap kondisi yang tidak stabil di perairan teluk.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Ankara menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya untuk kepentingan nasional, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap stabilitas pasokan energi global jika konflik berkepanjangan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic