Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta dilaporkan mengalami penurunan signifikan pada Selasa (21/4), dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai angka 161.
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, angka tersebut masuk dalam kategori “Tidak Sehat”, yang menunjukkan kondisi udara berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat.
Kategori “Tidak Sehat” pada AQI mengindikasikan bahwa seluruh kelompok masyarakat mulai merasakan dampak, namun risiko lebih besar dialami oleh kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan.
Sejumlah pakar kesehatan menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam dengan tingkat polusi tinggi. Penggunaan masker juga dianjurkan guna meminimalisir paparan partikel berbahaya di udara.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Selain itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kualitas udara di lingkungan masing-masing dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor serta tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka.
Kondisi ini kembali menyoroti pentingnya langkah strategis dan berkelanjutan dari pemerintah dalam mengendalikan polusi udara di ibu kota, termasuk penguatan regulasi dan peningkatan kesadaran publik terhadap dampak pencemaran udara.
Sementara itu, pemantauan kualitas udara secara berkala tetap diperlukan sebagai langkah antisipatif guna melindungi kesehatan masyarakat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic