Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UE Desak Meta dan TikTok Tingkatkan Pemantauan Pasca-Krisis Migrasi Ceuta

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Ahad, 9 Agustus 2026 - 00:13 WIB

Ahad, 9 Agustus 2026 - 00:13 WIB

21 Views ㅤ

Krisis migrasi warga Maroko ke Ceuta. (Foto: MWN)

Brussels, MINA – Uni Eropa mendesak Meta dan TikTok untuk memperkuat pemantauan terhadap platform media sosial, serta meningkatkan kerja sama dengan pemeriksa fakta (fact-checker) menyusul krisis migrasi massal di wilayah Ceuta, Spanyol.

Desakan tersebut muncul setelah klaim palsu yang menyatakan bahwa perbatasan antara Maroko dan Ceuta telah dibuka menyebar luas secara daring menjelang kedatangan ribuan migran.

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa, Henna Virkkunen, menyatakan bahwa pihak Komisi telah membahas masalah ini dengan perwakilan Meta dan TikTok pada Jumat (7/8), Morocco World News melaporkan.

“Platform harus bertindak tegas untuk melindungi integritas ruang digital, terutama di masa krisis,” ujar Virkkunen dalam sebuah unggahan di platform X.

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Ia menyerukan pemantauan yang lebih ketat dan kerja sama yang lebih erat dengan pemeriksa fakta, seraya menambahkan bahwa UE akan menindaklanjuti masalah ini pada Senin (10/8).

Penyebaran rumor mengenai perbatasan tersebut memicu pertanyaan apakah disinformasi daring turut berkontribusi pada pergerakan massa secara tiba-tiba menuju Ceuta.

Komisaris UE untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi, Magnus Brunner, menyebut peristiwa ini sebagai ujian bagi keamanan perbatasan blok tersebut, serta kemampuannya dalam menangkal disinformasi.

Brunner menyatakan bahwa aksi penyeberangan tersebut dipicu oleh jaringan penyelundupan kriminal serta penyebaran disinformasi. Namun, ia mengingatkan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan pihak mana yang berada di balik aktivitas daring tersebut.

Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin

Ia mengatakan bahwa UE perlu meningkatkan kemampuan dalam melacak tren disinformasi di media sosial serta bekerja sama lebih erat dengan Europol dan badan-badan UE lainnya.

Peristiwa Ceuta ini juga telah menjadi isu politik yang memicu perdebatan sengit. Kelompok sayap kanan dan ekstrem kanan memanfaatkan krisis ini untuk berargumen bahwa Eropa sedang menghadapi masalah migrasi yang tak terkendali. Selain itu, peristiwa ini turut memicu ketegangan antara Spanyol dan Italia terkait kebijakan migrasi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Menlu Turkiye Desak Rusia dan Ukraina Damai dan Ingatkan Risiko Perang Meluas

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Internasional
Internasional
Dunia Islam
Internasional