Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UIN Ar-Raniry Kaji Jejak Intelektual Syekh Yusuf al-Makassari di Kawasan Samudra Hindia

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Senin, 14 September 2026 - 15:06 WIB

Senin, 14 September 2026 - 15:06 WIB

34 Views ㅤ

UIN Ar-Raniry Banda Aceh membahas jejak Syekh Yusuf al-Makassari dalam simposium internasional yang digelar pada Senin (14/9). (Foto: UIN Ar-Raniry)

Banda Aceh, MINA — UIN Ar-Raniry Banda Aceh membahas jejak Syekh Yusuf al-Makassari dalam jaringan intelektual, keagamaan, dan maritim di kawasan Samudra Hindia melalui Simposium Internasional “Syekh Yusuf al-Makassari dan Dunia Samudra Hindia: Aceh, Pengetahuan Islam, dan Koneksi Lintas Kawasan”, Senin (14/9).

Simposium yang digelar di Ruang Teater Museum UIN Ar-Raniry tersebut menjadi bagian dari peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf al-Makassari, setelah tokoh tersebut mendapat pengakuan UNESCO.

Kegiatan digelar secara hibrid dengan melibatkan UIN Ar-Raniry, Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Aceh, MANASA, serta International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS).

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali kiprah Syekh Yusuf dalam jaringan keilmuan dan keagamaan yang menghubungkan Aceh dengan berbagai kawasan di Samudra Hindia.

Baca Juga: Mengembalikan Jiwa yang Hilang dalam Pola Interaksi Keluarga Era Digital

Menurutnya, posisi Aceh dalam jaringan tersebut penting dikaji karena wilayah ini menjadi salah satu simpul peredaran pengetahuan dan perkembangan jaringan Islam lintas kawasan.

“Di Aceh, kita mendapatkan pengayaan pengetahuan,” kata Mujiburrahman dalam sambutannya.

Program serupa sebelumnya digelar di sejumlah daerah, di antaranya Makassar, Jakarta, dan Mataram.

Salah satu agenda dalam simposium adalah pemaparan temuan manuskrip oleh Masykur Syafruddin dari Pedir Museum. Manuskrip tersebut memuat komentar Syekh Abdurrauf as-Singkili terhadap karya Syekh Yusuf al-Makassari.

Baca Juga: Wamen Komdigi Dorong Perguruan Tinggi Ambil Peran dalam Pengembangan Ekosistem AI

Mujiburrahman berharap temuan manuskrip itu dapat dipublikasikan sehingga memperkaya kajian mengenai hubungan intelektual antara ulama Makassar dan Aceh.

Ketua panitia yang juga Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Reza Idria MA, mengatakan simposium tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama yang dilaksanakan perguruan tinggi keagamaan Islam di berbagai daerah.

Simposium menghadirkan lima narasumber, yakni Prof. R. Michael Feener dari Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Dr Husnul Fahimah dari BRIN, Masykur Syafruddin dari Pedir Museum, Dr Hermansyah dari UIN Ar-Raniry dan Dr Sehat Ihsan Sadiqin dari UIN Ar-Raniry.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: STAI Al-Fatah Bogor Tutup KKN di Balaraja dengan Malam Keakraban

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia