Ulama: Aksi Terorisme Bertentangan dengan Prinsip Islam

Bogor, 9 Ramadhan 1438/4 Juni 2017 (MINA) – Salah satu ulama wadah persatuan umat Islam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Ustaz Abul Hidayat Saerodjie mengatakan, aksi terorisme dengan mengobarkan kejahatan terhadap kemanusiaan sesungguhnya bertentangan dengan prinsip ajaran agama Islam.

”Aksi terorisme itu bertentangan dengan prinsip ajaran Islam, agama yang menyebarkan kesejahteraan dan kedamaian bagi segenap alam,” ujar pria yang kerap disapa dengan panggilan Ustaz Ahi pada pemaparan Buku karyanya “Indahnya Hidup Berakidah” di Masjid At-Taqwa Kompleks Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Ahad (4/6).

Ia mengatakan, manusia hidup tanpa akidah yang benar, akan cenderung menabrak norma-norma yang ada, membuat kerusakan dan menjadi lupa diri.

“Manusia tanpa akidah akan melahirkan sikap mengkslpoitasi orang lain dengan sewenang-wenang demi kepuasan nafsu dirinya. Ia bisa lebih buas dari binatang buas,” ujar Pembina Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor menguraikan isi buku setebal 15 bab itu.

Apalagi, jika nafsu kebinatangan itu ditopang dengan kecerdasan intelektual, maka jadilah kejahatan intelektual, ujar Abul Hidayat Saerodji, yang juga Ketua Yayasan Mi’raj News Agency (MINA).

Tanpa Akidah

Pada kata pengantar buku “Indahnya Hidup Berakidah” yang merupakan buku ketujuh Ustaz Ahi, disebutkan, hidup tanpa akidah hanya akan menghasilkan krisis global.

Padahal manusia sebagai khalifah di muka bumi ini bertugas mengelola bumi dengan contoh wahyu Allah dan Sunnah Rasul-Nya.

“Jika alam ini dikelola dengan ajaran wahyu Allah, pasti akan sejahtera alam ini,” imbuhnya.

Mengamati situasi yang cenderung memecah belah umat Islam, ia pada bukunya juga menguraikan bahwa jika manusia memiliki akidah, maka dia tidak akan mudah diadu domba.

Maka, pada bagian buku ini menyebutkan tentang urgensi persaudaraan bernuansa spiritual, yaitu kehidupan umat Islam berjamaah.

Ia tertarik menyusun materi-materi tausiyahnya ke dalam beberapa buku di antaranya agar apa yang pernah disampaikan bisa lebih abadi. Bukan sekedar ceramah lalu hilang. Namun ada yang dibaca, bahkan bisa dibaca orang lain sebagai bentuk dakwah.

Sebelumnya beberapa buku karyanya sudah diterbitkan antara lain: 25 Karakter Orang Beriman, Muhlikat Hal-Hal yang Merusak Amal,  dan Balada Seorang Da’i. (L/RS2/P1)

Mi’raj Islamic News Awency (MINA)