Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UNICEF: Lebih dari 10 Anak Gaza Meninggal Sejak Perjanjian Gencatan Senjata

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 14 Januari 2026 - 07:48 WIB

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:48 WIB

10 Views ㅤ

Ilustrasi: Anak-anak Gaza. (Foto: Muhammad Smiry/X)

Gaza, MINA – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengkonfirmasi lebih dari 100 anak telah meninggal di Jalur Gaza sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku Oktober 2025, meskipun gencatan senjata telah diumumkan.

“Setidaknya satu anak tewas hampir setiap hari di Jalur Gaza,” kata James Elder, juru bicara UNICEF, dalam konferensi pers video dari Gaza pada Selasa (13/1). Quds Press melaporkan.

Elder menjelaskan sebagian besar kematian diakibatkan oleh serangan militer Israel, termasuk serangan udara, serangan pesawat tak berawak, penembakan tank, dan tembakan langsung, di samping kasus-kasus yang disebabkan oleh ledakan sisa-sisa perang.

Ia menambahkan anak-anak menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat sulit, dengan terus berlanjutnya kekurangan layanan dan bantuan dasar, serta runtuhnya sebagian besar sistem perawatan, kesehatan, dan pendidikan.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Menurutnya, jumlah korban sebenarnya mungkin lebih tinggi karena kesulitan pendokumentasian di beberapa wilayah dalam sektor tersebut.

UNICEF menegaskan kembali Gaza menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi anak-anak, dan menyerukan “perlindungan warga sipil dan fasilitasi akses tanpa batasan untuk bantuan kemanusiaan.” []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda